Nikmati Keperawanan Air Terjun Pengantin Hargomulyo

#
Kalau nama dari Air Terjun Pengantin di Banyumas itu terinspirasi dari adanya cerita sepasang pasutri yang hilang disana, nah kalau Air Terjun Pengantin Hargomulyo Ngrambe ini lahir karena bentuk air terjunnya yang  letaknya bersebelahan, mirip sepasang suami istri.

Tadinya masyarakat setempat menamai air terjun ini dengan nama Grojokan sebelum dinamai air terjun pengantin,tetapi atas pertimbangan yang mungkin karena air terjun tersebut ada dua buah, maka akhirnya dinamai dengan air terjun pengantin.
foto: www.humas.ngawikab.go.id
Air Terjun yang terletak di Dusun Besek, Desa Hargomulyo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur ini tergolong tinggi lantaran  memiliki ketinggian kira-kira 12 m, sumber air nya pun sangat jernih. Keunikan yang membedakan Air Terjun Pengantin dengan air terjun lain adalah jumlahnya yang sepasang seperti pengantin dan untuk mencapai air terjun harus menuruni lembah. 

Oh iya, perlu diperhatikan apabila mau ke lokasi air terjun, pasalnya jalan menuju lokasi bisa dibilang lumayan licin, apalagi jika musim hujan. Bagi Anda yang ingin menuju air terjun harus extra hati-hati supaya kaki tidak terpeleset.

Air terjun Pengantin yang mangalir dari Gunung Lawu ini benar-benar alami alias masih perawan, nuansa sejuk dan dinginnya serta gemricik airnya sangat menakjubkan. Di sana kita  bisa mandi dan berenang pada saat bersamaan di bawah air terjun ini. Kontan kesegaran pun akan kita rasakan.  Selain itu kita juga dapat menikmati suasana hutan yang masih alami tentunya dengan berjalan-jalan di sekitar air terjun ini.

foto: www.aryansetiawan.wordpress.com
Setelah asik bersuka cita di air terjun,  perut sudah terasa keroncongan.  Kita pun bisa  menikmati legitnya durian dan rambutan serta aneka buah lain, karena daerah Hargomulyo banyak ditumbuhi di sekitar wilayah ini. 

Selain itu anda dapat melanjutkan menikmati obyek wisata lain di lereng Gunung Lawu, ada Air Terjun Suwono, Air Terjun Srambang, Air Hangat Ketanggungserta Kebun Teh Jamus yang juga menyuguhkan keindahan alam nan asri. (berbagai sumber)

Antara Air Terjun Pengantin Banyumas dan Jodoh Anda

#
Pasti anda tak asing lagi mendengar nama air terjun pengantin. Ya, mungkin pikiran anda langsung terbayang pada judul sebuah film arahan Rizal Manthovani yang dibintangi oleh Tamara Bleszynski, Marcel Chandrawinata, Mirasih Tyas Endah, dan yang lainnya.

Akan tetapi tahukah anda di Banyumas, Purwokerto ternyata ada air terjun yang memakai nama yang sama dengan judul film yang dirilis tahun 2009 itu, namanya Curug Pengantin atau Air Terjun Pengantin. Air terjun ini berlokasi  di tengah hutan yang masih alami di Dusun Parduli, Desa Kracak, Ajibarang, Banyumas.

Menuju lokasi Curug Pengantin Banyumas ini masih bisa terbilang sepi dan sekitar 8 kilometer dari Kecamatan Ajibarang. Jalannya pun menanjak dan belum diaspal. Kendati begitu, air di curug ini tak pernah kering dan selalu mengalir airnya baik musim hujan maupun kemarau.
 Kalau dilihat dari ketinggiannya, memang air terjunnya tidak setinggi air terjun lainnya di wilayah Indonesia dan hanya sekitar dua meter tingginya. Namun yang istimewa dari air terjun ini lantaran warga yang tinggal di sekitaran air terjun itu mempercayai apabila  mandi di Curug Pengantin ini bisa untuk menolak bala atau kesialan. Selain itu,jika kita mandi di sini dapat mempercepat dapat jodoh.

Sumber gambar: www.purwokertonews.com
Dan biasanya mereka yang mempercayai hal itu melakukan tirakat mandi di Curug Pengantin ramai pada malam Jumat Kliwon antara jam dua belas malam hingga jam dua dini hari. Bahkan untuk lebih memudahkan mandi, di sebelah curug dibuat pancuran dari bambu. Keampuhan mandi disana pun diperkuat oleh Sesepuh Desa Parduli  yang mengatakan kepercayaan warga akan keistimewaan Curug Pengantin untuk menolak bala dan mendatangkan jodoh sudah turun-temurun sejak lama.

Selain bisa cepat dapat jodoh, khasiat mandi di Curug Pengantin ini juga dipercaya dapat menyelesaikan masalah. Kalau ada masalah dalam rumah tangga atau persoalan hidup lainnya, maka permasalahannya akan segera teratasi jika sudah melakukan tirakat disini.

Alkisah, kenapa air terjun ini dinamakan Curug Pengantin karena  dulunya pada tahun 1960-an ada sepasang pengantin muda yang mandi di tempat tersebut. Namun entah kenapa kemudian keduanya menghilang atau muksa, tanpa diketahui kemana dan oleh sebab apa mereka berdua menghilang. Sejak kejadian itulah, warga yang bertempat tinggal tak jauh dari lokasi air terjun tersebut dinamai Curug Pengantin.(berbagai sumber)

Bertemu Tiga Bidadari Halmahera

#
Ngomong-ngomong soal air terjun, kalau di Bandungan tepatnya di Desa Kesenang itu ada air terjun 7 bidadari, nah di Halmahera ada Air Terjun Tiga Bidadari. Lagi-lagi ada nama bidadari di belakangnya, eitss  tapi jangan salah terciptanya nama bidadari itu ada ceritanya lho.

Konon menurut cerita yang beredar di tengah masyarakat, dulu ada perempuan cantik yang berambut panjang yang cantik dari kayangan yang mandi disana.  Cerita ini mengiiringi keindahan air terjun yang oleh warga sekitar yang akhirnya  dijuluki sebagai "Bidadari". Cerita turun-temurun ini memang layak mewakili kesegaran air yang jatuh dari sela-sela batu kapur tersebut.

Sumber gambar: www.csrbusinessindonesia.com
Selain menyajikan keindahan alam yang alami, akses lokasinya bisa dicapai baik dengan sepeda motor maupun mobil. Air Terjun Tiga Bidadari terletak di desa Dakaino, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur atau sekitar 45 km dari Bandara Buli.

Saat akan memasuki jalan menuju air terjun mata anda akan disuguhi panorama alam pedesaan  yang asri yaitu berupa hamparan sawah yang terbentang luas dengan latar belakang perbukitan hijau. Kemudian setelah sampai diujung desa kita akan melihat sebuah bendungan yang mengairi sawah-sawah tersebut. Sehingga tidak heran daerah ini menjadi lumbung padi untuk Maluku Utara. Setelah itu jalan mulai menanjak untuk mencapai lokasi air terjun. Pepohonan besar berdiri kekar menyambut kedatangan kami saat memasuki Air Terjun Tiga Bidadari.

Di obyek wisata ini kita dapat berjalan-jalan dengan dipandu oleh penduduk sekitar yang sudah mengenal daerah obyek wisata air terjun tersebut. Anda dapat menikmati keindahan air terjun yang alami tersebut dan alam sekitarnya dengan menyusuri sepanjang aliran airnya. Anda bisa memulai dari atas sampai kebawah, atau sebaliknya. Air terjun ini terdiri dari bebatuan kapur yang memiliki ketinggian sekitar 100 meter, lebar atas 8 meter dan lebar bawah sekitar 20 meter . Yahhh, Indahnya air terjun yang masih alami dan udara sejuk dikawasan ini tidak heran lah kalau bidadari pun mampir ke tempat ini. (berbagai sumber)

Fakta unik tentang mimpi berjalan (sleepwalking)

#

Mimpi adalah fenomena aneh yang hanya bisa dirasakan oleh manusia, namun mimpi berjalan (sleepwalking) lebih aneh lagi. Terkadang mimpi kita bisa terasa sangat nyata. Tapi yang satu ini memang menjadi nyata.

Sleepwalking yang dikenal juga dengan istilah somnambulism, bisa saja dialami di semua usia tetapi biasanya terjadi pada usia muda. Faktor paling besar yang menyebabkan sleepwalking ini adalah pikiran (beban, frustasi, gembira, stres, dll). Pernahkah anda mengalaminya??

Tanda dan gejala
Seseorang yang mengalami tidur berjalan dapat melakukan hal-hal berikut :
Berdiri dari tidurnya dan membuka mata layaknya orang yang terbangun dari tidur

Matanya tidak memiliki “sinar” dan ekspresi layaknya orang yang terjaga.
Berjalan berkeliling rumah, mungkin membuka dan menutup pintu dan menghidupkan atau mematikan lampu. Melakukan aktifitas rutin seperti berpakaian atau memasak bahkan yang lebih berbahaya adalah mengemudikan kendaraan. Terkadang bahkan berbicara atau beraktifitas lain dengan gaya yang canggung.

Tidur berjalan ini biasanya terjadi selama tidur dalam/tidur nyenyak pada awal tidur sekitar satu sampai dua jam awal tidur. Beberapa kasus tidur berjalan ini hanya berlangsung selama beberapa menit saja, tetapi beberapa kasus dapat terjadi sampai 30 menit. Pelaku tidur berjalan sendiri tidak akan sadar apa yang dilakukannya saat bangun pagi.

Penyebab
Diperkirakan 15 persen anak-anak sehat pernah mengalami tidur berjalan, tetapi tidak sedikit juga orang dewasa yang mengalaminya. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya tidur berjalan antara lain :

* Kelelahan
* Stres
* Gelisah
* Sakit

Kasus tidur berjalan terkadang berhubungan dengan pengobatan atau kondisi kesehatan mental seperti :

* Detak jantung tidak normal (arrhythmias)
* Aliran balik asam lambung ke dalam esophagus atau saluran yang menghubungkan tenggorokan dengan perut.
* Berhentinya napas saat tidur (obstructive sleep apnea)
* kelainan akibat trauma
* kepanikan
* Di beberapa kasus lain, konsumsi alkohol dan obat-obat tertentu seperti antibiotic, antihistamin, sedative dan pil tidur dapat memicu sleepwalking (hayoo jangan ngobat makanya).

Faktor resiko
Biasanya kebiasaan ini akan menurun dari orang tua atau saudara kandung. Pada ibu hamil atau wanita menstruasi, kemungkinannya akan lebih tinggi mengalami tidur berjalan.

Pemeriksaan
Pemeriksaan fisik dan psikologi akan dilakukan untuk mengetahui hal-hal atau unsur yang menyebabkan tidur berjalan ini, seperti detak jantung yang tidak normal atau kepanikan yang tiba-tiba melanda. Jika diperlukan maka akan dilakukan tes tidur di laboratorium agar pemantauan lebih sempurna.

Bahaya
Sleepwalking sebenarnya tidak membahayakan, kecuali bila penderita melakukan aktifitas yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain, seperti aktifitas di luar rumah atau memasak dengan menggunakan api.

Bila kejadian tidur berjalan ini terjadi hampir tiap hari atau dengan frekuensi yang sering, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar segera diketahui penyebab pastinya.

Pencegahan dan pengobatan
Tidak ada pengobatan dan cara pencegahan yang pasti. Jika anda memergoki anak anda tidur berjalan maka hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah dengan menuntunnya kembali ke tempat tidur. Sebaiknya tidak membangunkan anak saat tidur berjalan, karena hal ini akan menggangu proses tidurnya, walalupun membangunkannya pun tidak menimbulkan bahaya apapun. Hanya saja jika dibangunkan saat tidur berjalan, maka anak akan merasa kebingungan.

Jika tidur berjalan tersebut terjadi pada keluarga anda, maka sebaiknya anda memperbaiki kebiasaan tidurnya.

Jika anda tidak dapat memantau tidurnya, usahakan lingkungan tidurnya aman, sehingga saat tidur berjalan tanpa sepengatuhan anda dia tidak akan melakukan aktivitas yang membahayakan dirinya

Tidur lebih lama. Kelelahan menjadi salah satu penyebab. Untuk itu usahakan tidur lebih cepat dan biasakanlah tidur dengan jadwal yang tetap.

Buat dirinya merasa lebih rileks sesaat sebelum tidur.

Hindari mengalami tekanan berlebihan.

Perhatikan pola dan kebiasaannya. Jika ia sering mengalami tidur berjalan, biarkan dia tetap tertidur. Yang perlu anda lakukan adalah amati kapan kebiasaan tidur berjalannya timbul. Jika sudah diperoleh kebiasaan tersebut, maka anda dapat membangunkannya 15 menit sebelum tidur berjalan tersebut terjadi padanya. Jangan khawatir, biasanya semakin bertambah umur semakin kecil kemungkinan untuk sleepwalking, tetapi tetap saja ada beberapa orang yang sudah terbiasa mengalami tidur berjalan ini.

Mulai sekarang perhatikanlah pola tidur anda. Siapa tau suatu saat ketika anda terbangun dari tidur anda berada ditempat yang tidak anda kenal. Itu tandanya anda telah mengalami "sleepwalking".

Air terjun Bidadari Langhat

#
Pernah kah anda menyaksikan film lama yang berjudul Si Pahit Lidah. Di salah satu scenenya ada yang berlatar belakang sebuah air terjun yang indah. Nah, ternyata air terjun yang terekam dalam film itu adalah air terjun Bidadari yang berada di Kabupaten Langhat, Sumatera Selatan

Seperti air terjun di Kendal dan Kendari, air terjun ini sebelas dua belas dengan dua air terjun itu. Lagi-lagi memakai nama bidadari dibelakangnya. Kenapa? Mungkin jawabannya lagi-lagi juga ada pada legenda yang hidup disana. Coba anda tanyakan sekali-sekalai ke penduduk setempat mungkin sedikit pencerahan akan anda dapatkan.

Keindahan Air Terjun Bidadari memang menjadi daya tariknya tersendiri. Mungkin saking indahnya jadi tidak mengherankan juga sang sutradara film itu menggunakan tempat ini untuk syuting filmnya. Untuk kesana, lokasinya tidaklah terlalu sulit untuk dicapai.   Air terjun bidadari ini terletak di desa Karang Dalam Kecamatan Pulau Pinang kurang lebih 8 km dari kota Lahat. Untuk kita bisa  mencapai lokasi air terjun andaharus berjalan ke cekungan sungai sekitar 100 meter.

Sesampainya anda di lokasi, di sekitaran air terjun anda tidak hanya akan menemui satu air terjun saja melainkan ada 3 air terjun dengan nama yang berbeda-beda, ada yang bernama Air Terjun Bujang Gadis, Air Terjun Sumbing dan Air Terjun Naga.

Sumber Gambar:bonajosu.blogspot.com
Dengan dipandu penduduk lokal yang sudah mengenal daerah tersebut, anda dapat menikmati keindahan ke 4 air terjun yang alami tersebut dan alam sekitarnya dengan menyusuri sepanjang aliran airnya. Anda bisa memulai dari atas (Air Terjun Bidadari) sampai kebawah (Air Terjun Naga), atau sebaliknya. 

Untuk Air Terjun Bujang Gadis berjarak lebih kurang 30 m dari Air Terjun Bidadari.  Sedangkan Air Terjun Sumbing berjarak kurang lebih 80 m dari Air Terjun Bujang Gadis.  Dan Air Terjun Naga berjarak lebih kurang 50 m dari Air Terjun Sumbing. Pengalaman menyusuri air terjun tersebut akan menjadi pengalaman tambahan bagi anda yang senang berpetualang dan menyukai tantangan.(berbagai sumber)

Air Terjun “Bidadari” Moramo

#
Kenapa banyak air terjun di negeri tercinta kita ini identik dengan legenda bidadari?  Belum cukup dengan Air Terjun 7 Bidadari yang ada di Bandungan, ehh ada lagi air terjun yang bawa-bawa nama bidadari dalam legendanya.

Kali ini adalah Air Terjun Morano yang terletak di kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Konon, dulunya air terjun yang terletak di hutan Suaka Alam Tanjung Peropa ini terkenal dengan legenda tempat mandinya para bidadari yang cantik. Yah, namanya juga legenda ya terserah anda juga mau mempercayai nya atau tidak.
Bagaimana caranya kita kesana? Yang jelas anda harus berada terlebih dahulu di kota Kendari, Sulawesi. Nah, dari Kendari air terjun ini berjarak sekitar 60 km dari sana. Untuk mencapai lokasinya anda bisa menggunakan mobil pribadi atau mencarter mobil-mobil. Pasalnya, angkutan umum yang menuju ke sana sangatlah jarang jadi harus mencarter mobil carteran.

 Dalam perjalanan mata kita dijamu dengan pemandangan indah dalam menuju ke Moramo. Sayangnya, jalanan di sana kurang baik sehingga agak sulit dilewati dan memperlambat laju kendaraan. Jalan menuju air terjun tidaklah sulit dan lama, hanya memakan waktu kurang lebih 20 menit dari bawah.


Sumber foto: www.travel.detik.com 

Namun terlepas dari itu, air terjun ini cukup tinggi juga lho, yaitu mencapai 100 meter. Kalau dilihat kasat mata sihh ada tujuh tingkatan,, tetapi ada yang bilang undakannya sampai 10 tingkat. Nah, inilah salah satu keunikannya bentuk undakannya yang banyak.

 Air terjun ini  sendiri luasnya 38.937 Ha kali pertama ditemukan oleh warga transmigran asal Jawa sekitar 1980-1982 saat membuka hutan untuk memasang jerat anoa. Setelah pembuatan jalan ke lokasi pada tahun 1989, pada tahun 1990 air terjun mulai dibuka sebagai obyek wisata. Dari airnya yang kehijauan, aroma dedaunan yang segar, hawa yang dingin, dan keanekaragaman hayati di dalamnya, tidak  heran juga sih kalau bidadari senang main ke situ.

Suasana di sekitar air terjun sangat tenang dan alami. Kita akan ditemani oleh suara gemerincik air terjun  dan dinginnya airnya pun dapat anda rasakan.  Tak puas berada di bawah dan ingin naik ke atasnya, dengan daerah bebatuan di sekitar air terjun tidak licin anda pun bisa menjelajahi setiap tingkatan di air terjun ini.  Pesona Air Terjun Morano pun dipercantik dengan banyaknya kupu-kupu yang terbang bebas di sekitar kawasan ini. Jika beruntung, anda dapat melihat pelangi sebagai biasan cahaya di sekitar air terjun. (berbagai sumber)

Goa Penebus Dosa dan Air Terjun 7 Bidadari

#
Bosan dengan hiruk pikuk Kota Semarang, Jawa Tengah yang panas dan ingin pergi sambil menikmati udara nan sejuk sekaligus merasakan suasana pedesaan yang asri, Air Terjun 7 Bidadari di desa Keseneng, Kecamatan Sumowono sudah selayaknya masuk dalam agenda destinasi liburan anda di akhir pekan. Pasalnya, berlokasi di wilayah pegunungan dan hanya beberapa kilometer saja dari kota Bandungan yang dingin objek wisata ini tak ayal lagi dapat memberikan suasana penyegaran yang baru bagi anda.
Karcis masuk lokasi wisata ini pun cukup terjangkau oleh kocek anda hanya Rp.2000 , anda dapat menjelajah kesana kemari. Bagi anda yang merasa lelah ada baiknya juga anda bisa memanfaatkan fasilitas rumah sewaan/Homestay yang ditawarkan oleh masyarakat setempat dengan harga 50 ribu untuk satu orang selama sehari.

Mengenai asal muasal nama air terjun Air terjun atau Curug 7 Bidadari ini tidak lepas dari cerita rakyat yang hidup di desa keseneng, alkisah pada dahulu kala ada seoarang bidadari yang terkena kutukan, lalu bidadari yang terkena kutuk itu bersama keenam bidadari lainnya turun ke curug atau air terjun untuk menghilangkan kutukan yang dialamatkan kepadanya, kemudian mereka mandi di curug, yang akhirnya diberi nama curug tujuh bidadari.




Selain curug 7 bidadari, tepat di jalan masuk terpampang papan nama sebuah makam. Adalah makam Kyai Mandung, salah seoarang sesepuh desa keseneng yang makamnya dikeramatkan. Jalan menuju makam Kyai Mandung dan area makam. 200 meter dari parkir. jalan setapak berundak berjumlah 85 anak tangga. Di area makam terdapat 4 makam dan  Makam kyai Mandung dikelilingi dengan pagar bamboo. Area makam diatas bukit ini kira-kira seluas 150 meter persegi.

Masih dalam lokasi yang sama, tidak jauh dari air terjun 7 bidadari terdapat sumber mata air bertuah. 100 meter dari jalan ke dusun Tlawah,dusun tetangga desa keseneng. Terletak dibawah jalan dengan akses masuk berupa jalan setapak berundak, 50 meter dari jalan ke dusun Tlawah, kecuraman sekitar 45 derajat. Bentuk sumber air ini tidak bulat simetris dan cenderung lonjong, seperti batu yang cekung sedalam 90 cm.

Sekilas air itu keluar dari sebuah batu dan menurut kepercayaan dapat menyembuhkan segala macam penyakit dapat mempercantik wajah sehingga awet muda, memperlancar usaha untuk mencari rejeki, memperoleh ketentraman batin dan bagi yang belum punya pasangan sangat baik untuk mencari jodoh. Tak heran pendopo di samping sumber air bertuah itu terdapat botol-botol minuman bekas yang siap menampung air bertuah itu untuk diambil para pengunjungyang ingin merasakan khasiatnya.

Mata Air Kedung Wali yang dipercaya warga sebagai tempat pengambilan air wudlu Kyai Mandung sesepuh Desa Keseneng. Entah sebelumnya dipakai untuk apa. Kyai Mandung sendiri disemayamkan di makam Gumuk sejati, dan setiap dua tahun sekali dimakam ini diselenggarakan selamatan dengan menyembelih Kambing Kendhit.Tidak jauh dari lokasi air terjun 7 bidadari, beberapa kilometer dari desa keseneng, terdapat pula air Terjun Pangleburgongso. yang konon air terjun setinggi kurang lebih 4 meter ini berhubungan dengan cerita Ramayana tentang Aditya Kumbokarno yang diusir Rahwana kemudian bertapa di Gua Pangleburgongso atau Gua Penebus Dosa.


 Dan memang persis di kanan bawah air terjun ini terdapat goa yang terlihat masih perawan dengan pintu masuk kecil yang ditutupi oleh gundukan tanah” untuk masuk ke dalamnya memang harus digali dulu tanahnya karena tertutupi, merangkak kali pertama masuknya, setelah itu baru bisa berdiri”. Kata Ariono (warga lokal desa keseneng).

.Goa penebus dosa yang diprediksi dalamnya bisa mencapai ratusan meter ini juga menurut salah seoarang penduduk yang pernah masuk ke dalam goa juga terdapat ukiran-ukiran kuno di dinding goa.” Salah seoarang penduduk desa disini pernah coba masuk dan melihatnya” kata Ariono.