Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Mari Wisata Kesehatan ke Bali!

#

Kenapa harus Bali mungkin itu salah satu pertanyan Anda saat membaca judul tulisan di atas dan kenapa tidak kota-kota lainnya. Ok, Bali seperti yang diketahui merupakan salah satu atau mungkin juga daerah tujuan utama wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan Internasional maupun domestik. Eksotisme pemandangan alam,  atraksi budaya dan lain sebagainya menjadikan pulau dewata ini sebagai pulau yang memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, tak terkecuali untuk wisata kesehatannya.

sumber foto: www.telegraph.co.uk
Wisata kesehatan? Ya, jika berbicara soal jenis wisata yang satu ini memang tidak dapat dilepaskan dengan apa yang dinamakannya itu sebagai wisata spa atau lebih dikenal dengan wellness tourism. Wisata kesehatan ini meliputi dua bidang yaitu wisata kesehatan medis yang meliputi tindakan medis pengobatan dan wisata kesehatan tradisional yang meliputi pemeliharaan kecantikan, perawatan tubuh dan kebugaran, dan spa termasuk dalam lingkup wisata kesehatan. 

Spa Bali merupakan salah satu yang terbaik di dunia menurut majalah kecantikan di Jerman pada tahun 2009. Keunggulan yang ditawarkan Spa Bali adalah  perawatan tubuh dengan memanfaatkan bahan-bahan tradisional. Memang banyak negara lain yang punya spa dengan rempah tradisional, namun Bali dapat  mengungguli negara lainnya karena punya rempah-rempah dan resep yang berkualitas, ditambah dengan kemampuan dan local wisdom orang Bali juga dinilai lebih unggul.

Tidak hanya yang terbaik, Spa Bali pun populer di  mata dunia contohnya di negara beruang putih atau Rusia. Perawatan tubuh dan seni pijat khas Bali sangat populer di negeri ini. Saking populernya, orang-orang di negeri Beruang Merah itu rela mengeluarkan uang 100 sampai 400 dolar AS demi menikmatinya dan Spa Bali ternyata 'nge-trend' di Rusia mengalahkan popularitas seni pijat bangsa lain seperti 'shiatsu'. Tercatat ada lebih dari 400 pekerja SPA Bali di Rusia yang tersebar di kota-kota besar seperti Moskwa, St.Petersburg, dan Vladivostok. Industri SPA Bali di Rusia berkembang sejak sekitar lima tahun lalu dan makin banyak wanita Indonesia yang bekerja di sektor pariwisata ini. 

Spa-spa Terbaik di Bali
Nah, sekarang dimana sajakah Spa-spa terbaik itu di Bali? Menyebutkan satu-satu mungkin teramat banyak, namun ada beberapa spa di Bali yang memiliki keunggulan tersendiri. Contohnya Thermes Marins Spa yang berada di Hotel Ayana di Jimbaran, Bali. Thermes Marins Bali Spa pernah  dianugerahi penghargaan sebagai nomor satu di dunia pada acara Conde Nast Traveller Readers Spa Awards 2010. 

Selain meraih penghargaan spa nomor satu di dunia, Ayana juga membawa pulang penghargaan sebagai hotel spa terfavorit untuk kawasan Asia dan benua sekeliling Samudera Hindia. Thermes Marins Spa dinyatakan sebagai pemenang berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh pembaca Conde Nast Traveller.

Berlokasi di tengah keindahan taman tropis, Thermes Marins Bali adalah satu-satunya spa Thermes Marins yang beroperasi di kawasan Asia tenggara. Dengan luas 22 ribu meter persegi, Thermes Marins dilengkapi beragam fasilitas seperti spa villa, ruang perawatan, salon kecantikan, ruang refleksologi dan relaksasi dan villa spa di atas batu karang. Theremes Marins Bali juga memiliki kolam jet Aquatonic terbesar di dunia di mana air kolam bersumber langsung dari lautan dan dipanaskan pada temperature tertentu untuk menghasilkan kualitas air yang bersih dan berkhasiat.

Perawatan yang ditawarkan oleh Spa ini meliputi metode penyembuhan tradisional Timur dan teknik modern Eropa yang di dalamnya termasuk terapi Thalasso, pijat, perawatan wajah, rambut, kuku, pencegahan penuaan dini dan pelangsingan tubuh. Hanya produk berkelas dan berkualitas tinggi seperti La Mer, Thermes Marins, Guinot dan Decleor yang digunakan di spa.

Selain itu, ada pula Queen Spa yang berada di Jimbaran. Spa ini menawarkan beraneka ragam jenis perawatan (treatment) yang bisa Anda pilih mulai dari paket Queen Rose, atau Paket Hiro Chan yang terdiri dari Therapy Bali, Flower Foot Bath, Aroma Therapy atau Queen Emerald Therapy, Cream Bath, Rose Bath ataupun Refresh Tea. Bagi Anda yang suka dengan layanan pemijatan tradisional maka bisa juga mencoba Queen Massage, Warm Stone Massage, Reflexology, Queen Rose Emerald Therapy, Queen Rose Emerald Combination Therapy dan juga Slim Massage.

Bagi Anda yang terbiasa berlama-lama berada di spa karena saking enak dan rileksnya maka bisa mengambil paket menjanjikan mulai dari  Simple Package, Queen Plan, Celebrity Package, Comfort Package  dan juga Queen Rose Special Package. Anda bisa memilih salah satu dari list treatment yang disediakan oleh Queen Spa ini. Dan rasakan perbedaan sebelum dan sesudah Anda melakukan treatment di spa ini. Badan akan fit lagi, pikiran tenang, begitu juga dengan perasaan yang nyaman.

Queen Spa Jimbaran ini merupakan salah satu tempat spa yang terbaik di Bali yang akan senantiasa membantu memberikan perawatan kepada Anda. Bukan hanya bagi kalangan wanita, pria juga bisa melakukan perawatan disini. Satu yang terpenting dari Queen Spa ini yakni harga yang ditawarkan disini tak sampai menguras kantong Anda karena harganya cukup proporsional dan sesuai untuk mendapatkan perawatan yang berkualitas

Selain kedua spa di atas, daerah seminyak juga dikenal sebagai wilayah dengan spa-spa terbaiknya.  Sebut saja beberapa spa yang mendapat banyak penghargaan seperti The Private Spa Wellness Center, Jari Menari, Prana Spa, Spa Bali Seminyak, dan Chill Reflexiology. Banyak hotel maupun villa yang ada di Seminyak menggunakan jasa spa tersebut untuk pengunjungnya. Rejuvenation and relaxation benar-benar akan didapat jika berlibur di kawasan ini. (berbagai sumber)

Melihat Api Biru di Banyuwangi

#

Api seperti yang diketahui warnanya pasti merah, lantas bagaimana jika Anda ingin melihat sebuah api yang warnanya berbeda, tidak merah melainkan berwarna biru dan keluar dari sebuah kawah gunung . Dapatkah dibayangkan Anda berdiri dan menyaksikan fenomena itu dengan kepala Anda sendiri, momen keajaiban alam yang tiada taranya. Teramat special untuk dilewatkan karena di dunia hanya ada dua fenomena yang terjadi seperti ini dan salah satunya ada di Indonesia.

sumber foto:www.zamrudtv.com
Adalah kawah biru atau blue fire, fenomena alam yang unik dan  hanya dapat  dilihat di Kawah Ijen, Banyuwangi saja. Saking indahnya fenomena ini bahkan mengalahkan popularitas matahari terbit di Banyuwangi yang disebut sebagai matahari pertama di Jawa. Tak hanya itu, banyak  wisatawan dari berbagai negara datang jauh-jauh sekedar untuk melihat penampakan si Api Biru di kawah Ijen.

Cara Mencapai Api Biru
Nah, sekarang bagaimana jika Anda ingin menyaksikan fenomena ini? Hal pertama yang  mesti Anda lakukan adalah pergi terlebih dahulu ke Banyuwangi dan semuanya melalui jalan darat menggunakan angkutan bus umum. Anda dapat mencapai Kawah Ijen atau Gunung dari dua arah yaitu, dari arah utara atau dari selatan. Dari arah utara, bisa di tempuh melalui Situbondo menuju Sempol (Bondowoso) lewat Wonosari dan dilajutkan ke Paltuding. Jaral Situbondo ke Paltuding sekitar 93 Km dan dapat ditemput sekitar 2,5 jam.

Sedangkan dari arah selatan dapat dilalui dari Banyuwangi menuju Licin yang berjarak 15 Km. Dari Licin menuju Paltuding berjarak 18 Km dan diteruskan menggunakan Jeep atau mobil berat lainnya sekitar 6 Km sebelum ke Paltuding. Ini dikarenakan jalan yang berkelok dan menanjak.

Daerah ini bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan umum dari Banyuwangi menuju Jambu.Dari Jambu, anda bisa melanjutkan perjalanan menuju Cagar Alam Taman Wisata Kawah Ijen yang terletak di Paltuding dengan menggunakan ojek dan kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki. 

Ada baiknya Anda bermalam di sekitaran Kawah Ijen karena Anda bisa menikmati momen melihat api biru dengan bantuan dari pemandu wisata terlatih. Di pos akhir Paltuding  ada penginapan sederhana yang dikelola Departemen dengan harga yang bervariasi mulai dari kamar seharga Rp 100.000 per malam sampai vila dengan tiga kamar seharga Rp 500.000 per malam. Dari sini Anda tinggal naik ke kawah Gunung Ijen menunggu waktu pagi hari.

Jika  Anda ingin menginap di tempat lainnya, disana juga ada guest house milik PTP  di Perkebunan Belawan dan Jampit dengan harga mulai Rp 135.000 per kamar per malam. Tapi dari dua perkebunan ini Anda harus menyewa kendaraan menuju ke pos Paltuding sejauh enam kilometer untuk keperluan mendaki gunung. Namun ada satu hal yang harus menjadi bahan pertimbangan Anda sebelum ke Kawah Ijjen, yaitu jaga kondisi badan agar selalu fit.

Waktu Terbaik Melihat Api Biru
Waktu terbaik untuk berkunjung ke Gunung Ijen adalah di musim kemarau pada bulan Juli sampai September. Pada musim hujan sangat bahaya untuk mendaki karena jalanannya licin. Saat terbaik untuk mendaki gunung pukul 05.000 sampai 06.00 WIB karena di pagi hari matahari belum bersinar terik dan lama perjalanan untuk naik dan turun gunung sekitar empat jam. Pemandangan di pagi hari lebih indah karena banyak kabut yang menyelumuti gunung dan uap belerang belum berbau. 

Api biru hanya dapat dilihat pada dini hari di Kawah Ijen, yaitu pada pukul 01.00-02.00, sebelum matahari terbit. Puncak momen keindahan Kawah Ijen terletak pada saat matahari sedang berada di belahan bumi lainnya.  Warna terang ini berasal dari tingginya suhu yang ada di kawah tersebut.

Sekilas Mengenai Kawah Ijen
Gunung Ijen atau lebih di kenal dengan Kawah Ijen merupakan salah satu gunung yang masih aktif sampai sekarang. Ijen merupakan satu komplek gunung berapi yang terdiri dari kawah gunung Ijen dan dataran tingginya. Kawasan ini terletak di tiga kabupaten yaitu Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi. Memiliki ketinggian 2.443 m dari atas permukaan laut, berdinding kaldera setinggi 300-500 m dan gunung ini telah meletus sebanyak empat kali yaitu pada tahun tahun 1796, 1817, 1913 dan 1936. 

Kawah Ijen merupakan pusat danau kawah terbesar di dunia, yang bisa memproduksi 36 juta meter kubik belerang dan hidrogen klorida dengan luas sekitar 5.466 hektar. Kawah yang berbahaya ini memiliki keindahan yang sangat luar biasa dengan danau belerang berwarna hijau toska dengan sentuhan dramatis dan elok. Danau Ijen memiliki derajat keasaman nol dan memiliki kedalaman 200 meter. Keasamannya yang sangat kuat dapat melarutkan pakaian dan jari manusia. (berbagai sumber)

Hotel Pulau Tidung

#
Hotel Pulau Tidung memang jadi tempat liburan alternatif yang menyenangkan dan masalah harga dan lokasinya juga mudah terjangkau bagi warga jakarta dan sekitarnya. Tentang keindahan pulau tidung sudah dikenal banyak orang, Bagi yang belum pernah kesana, bisa membaca ilustrasinya pada posting berenang dibawah jembatan cinta pulau tidung ini.

Hotel Pulau Tidung fasiltasnya tinggal memilih, mau pakai AC atau kipas angin silahkan tinggal sesuwaikan kebutuhan sobat masing. Masalah harga weekday, rata rata berkisar Rp 150 ribu sampai Rp 300 ribuan, tergantung fasilitas dan tenpat. Tapi kalau lagi ramai khususnya hari raya, harga Hotel Pulau Tidung bisa melambung dua kali lipat lho. maka sebaiknya kalau berniat kesana, rencanakan cari hari yang kira kira tidak terlalu ramai

Hotel Pulau Tidung

Kalau sobat perginya rombongan bisa sewa semacam villa atau lebih tepatnya losmen bisa lebih murah, tinggal pilih mau yang pakai AC atau tidak, ada yang untuk kafasitas sekitar 20 orang, atau yang lebih kecilan untuk kafasitas sekitar 10 orang. Kalau anda mau cari yang sederhana dan murah meriah bisa menghubungi ibu Lia di nomer 085773689658 Ok dibawah ini ada beberapa pilihan nama dan kontak tempat penginapan di pulau tidung Untuk agan yang berniat liburan dan menginap di pulau tidung.

Info daftar Penginapan / homestay di pulau tidung

  • Nasykev Homestay, kontak 0815 7477 7403
  • Penginapan RHS, kontak 0815 1127 1540,
  • Tias Homestar, kontak 0858 1187 0241
  • Penginapan Anggun, kontak 0815 8446 9772
  • Losmen Dua Saudara, kontak 0858 1045 0242
  • Penginapan Audi, kontak 0858 1460 6857
  • Penginapan Samudra, kontak 0815 8561 9667
  • Pengianapan Kautsar, kontak 0858 1330 5090
  • Penginapan Husbana, kontak 0858 1430 4633
  • Penginapan Banny, kontak 0858 1421 8470,
  • Penginapan Saradita, kontak 0816 1962 072,
  • Penginapan Natasya, kontak 0858 8015 942

Ok selamat liburan dan semoga info hotel pulau tidung ini bisa bermanfaat untuk sobat semua. slm wisata

Pantai Sampur: Objek Wisata Favorit di Jakarta Tempo Dulu

#

Sampur? Mendengar namanya sepertinya cukup asing di telinga zaman sekarang. Namun coba Anda tanyakan kepada para orang tua yang umurnya kini sudah setengah abad lebih di Jakarta. Sampur bagi mereka merupakan nama sebuah objek wisata pantai di utara Jakarta. Dari mereka para orang tua jika pernah kesana mungkin akan banyak bercerita tentang bagaimana menghabiskan waktunya di pantai itu untuk bersenang-senang.

Sampur ada sebelum berdirinya kawasan Ancol seperti sekarang, soal kapan persisnya  pemerintahan Belanda dulu menetapkan Pantai Sampur sebagai objek wisata masih belum diketahui dengan pasti. Namun  seorang arkeolog yang pernah mengabiskan masa kecilnya di Sampur mengisahkan pantai sampur sudah dijadikan sebagai pantai wisata pada abad ke-19 ketika sudah terbentuk kotapraja Batavia dan di sana banyak berdiri rumah bergaya Indies.

 Setelah dijadikan sebagai objek wisata pantai, Sampur menjadi objek wisata yang paling terkenal di Batavia dan jadi pilihan utama di teluk jakarta dan juga tempat melancong orang-orang Eropa. Pantai ini sangat disukai oleh noni-noni dan sinyo-sinyo untuk menghabiskan waktu. Tak ketinggalan masyarakat pribumi pun banyak berkunjung ke pantai ini kala sore hari  karena amat indahnya, di sampingnya Cilincing yang masih jadi kampung nelayan yang bersih. Dari Zandvoort bisa dilihat sunset yang membuat hati terasa damai.

Pantai Sampur memang lebih mirip dermaga. Pantai itu bukan pantai perpasir dan landai seperti Pantai Ancol. Penguasa Belanda memberinya nama pantai zandpoort yang terinpirasi dari nama pantai Zanvoort di Harlem, Belanda. Namun karena lidah pribumi tidak fasih melafalkan kata dari bahasa Belanda itu, terciptalah Zanpoort menjadi Sampur. 

Selepas Indonesia merdeka, pantai ini pun masih berfungsi dan ramai dikunjungi oleh mereka yang ingin bersenang-senang pada tahun 1950-an sampai 1970-an. Sampai akhirnya roda zaman menyentuhnya,   Pantai Sampur pun berubah menjadi area pendukung Pelabuhan Tanjung Priok. Sekitar tahun 1990, pantai itu  berubah fungsi menjadi tempat penimbunan kontainer, jadilah sekarang Pantai Sampur hanyalah tinggal kenangan. (berbagai sumber)

Kisah Durhaka dibalik Batu Besar Balai di Bangka

#

Salah satu hal yang menarik dari objek wisata di wilayah Bangka Belitung, selain dari pantai-pantainya yang eksotis, adalah adanya batu-batu yang ukurannya besar. Sebut saja batu-batu yang berada di tepian Pantai Tanjung Tinggi ataupun di Pantai Bedaun yang juga mempunyai batu-batu khas pulau Bangka yang lebih besar ukurannya dari pantai-pantai lainnnya. Belum lagi dengan Pantai Batu Perahu di Toboali yang dilengkapi dengan susunan batu-batu granit berukuran besar plus keindahan pasir putih pantainya.


Nah, di negeri laskar pelangi ini juga ada sebuah batu yang tak kalah menariknya yaitu Batu Balai. Batu ini merupakan salah satu keajaiban alam di Bangka Barat, tepatnya di Kampung Balai, Kelurahan Tanjung, Muntok. Batu besar itu bertumpuk dua dan bagian paling atasnya menyerupai buritan sebuah perahu.

Layaknya perahu layar, bagian pinggir batu yang menyerupai buritan tersebut membekas laksana membentuk aluir-alur atau dikenal dengan istilah Polka (tempat pengikat terpal) dalam dunia perkapalan.Sebuah pohon besar tumbuh tepat di antara dua buah batu besar yang tersusun tersebut. Soal berapa umurnya pohon tersebut belum ada informasi yang dapat menjelaskannya. 
Ada yang menarik dari batu ini, ketika dipukul dengan  tangan akan terdengar suara pong-pong sementara dari atas batu terlihat bagian mirip seperti peralatan lemari. Sementara pohon yang berdiri di atas batu dalam cerita yang dikenal masyarakat sebagai tiang perahu layar

Kisah Anak yang durhaka
Keberadaan Batu Balai itu tak terlepas dari cerita rakyat yang mengisahkan tentang anak yang durhaka kepada ibunya. Yup, kisah tentang anak yang durhaka kepada ibunya sepertinya sangat familiar alias tidak asing lagi di telinga kita. Tentu kita tahu Malin kundang bukan? Atau kisah dari batu di sebuah Gua di Aceh yang bernama Gua Putrin Pukes. Keduanya, baik itu Malin Kundang dan Putri Pkues menjadi batu lantaran durhaka kepada ibunya.

Setali tiga keping dengannya, cerita rakyat dibalik Batu Balai pun hampir sama. Menurut tetua di daerah tersebut, dulunya batu itu dilatarbelakangi oleh kehidupan sebuah keluarga dimana ada anak yang bernama Dempu awang bersikapu p durhaka kepada ibunya.

Singkat kata, Dempu Awang pergi merantau untuk kehidupan yang lebih baik, sebagai seoarang ibu pastilah tak ada lagi perbuatan yang mesti dilakukan selain mendoakannya agar sukses di perantauan. Nah,seiring berjalannya waktu ternyata sukses anak itu di perantauan dan punya istri yang cantik jelita. Suatu waktu istrinya ingin melihat menjenguk ibunya Dempu dan Dempu pun mengiyakan. Mereka pun lantas angkat jangkar dan berlayar.

Sesampainya di kampung dan bertemu dengan ibunya Dempu, apa yang terjadi? Tak seperti yang diharapkan, Dempu malu dan tidak mengakui ibu yang berada di hadapannya. Hancurlah berkeping-keping hati Ibunya terlebih saat Dempu mendorong ibunya sampai terjatuh.

Sumpah serapah keluar dari mulut ibunya dan doanya  benar-benar dikabulkan oleh yang punya jagat raya. Saat Dempu Awang hendak berlayar meninggalkan pelabuhan Mentok, tiba-tiba sajan langit menjadi mendung. Tak lama kemudian turun hujan deras disertai angin topan dan petir. Tiba-tiba gelombang laut setinggi gunung menghantam keras kapal Dempu Awang. Kapal  oleng  kapten, huehehehehe, benar saja kapalnya itu terbelah menjadi dua, lalu karam ke dasar laut.

Setelah cuaca kembali cerah, tiba-tiba ada sebuah batu besar di tempat kapal Dempu Awang karam. Batu yang menyerupai kapal besar itu merupakan penjelmaan Dempu Awang dan kapalnya, sedangkan istrinya menjelma menjadi kera putih. Oleh masyarakat setempat batu itu diberi nama sebagai Batu Balai karena dulunya di samping batu itu terdapat sebuah balai yang biasa dijadikan sebagai tempat untuk bermusyawarah. (berbagai sumber)

Loyang Putri Pukes dan Kisah Putri yang menjadi Batu

#

Ternyata tidak hanya Malin Kundang saja yang berubah jadi batu lantaran durhaka terhadap ibunya, nah di Aceh ada pula kejadian yang serupa. Adalah seorang Putri Pukes yang berubah menjadi batu karena perbuatan durhaka terhadap ibunya.

Keduanya durhaka dan berubah menjadi batu, sedikit pertanyaan terbesit mengapa mereka harus menjadi batu dan tidak menjadi hewan atau semacamnya? Susah juga mencari jawaban atas cerita rakyat tersebut, namun  yang pasti kedua cerita tersebut mempunyai nilai pembelajarannya sendiri, yaitu jangan lah sekali-sekali ingkar janji terhadap seorang ibu, hormati, hargai, sayangi, karena dia lah yang melahirkan kita, bukankah surga ada di bawah telapak kaki ibu? 

Legenda Putri Pukes 
Kembali kepada sang putri yang dikutuk oleh ibunya, putri itu menjadi batu karena menikah dengan pria asing dan tidak menuruti kata-kata dari sang ibu. Suatu hari dia dijodohkan dengan seorang pria yang berasal dari Samar Kilang, Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Aceh Tengah (sekarang Kabupaten Bener Meriah). Pernikahan pun dilaksanakan berdasarkan adat setempat.

Mempelai wanita harus tinggal dan menetap di tempat mempelai pria. Setelah resepsi pernikahan di rumah mempelai wanita selesai, selanjutnya kedua mempelai diantar menuju tempat tinggal pria. Pihak mempelai wanita diantar yang dalam bahasa Gayo disebut "munenesa" ke rumah pihak pria ke Kampung Simpang Tiga Bener Meriah.

Pada acara "munenesa" pihak keluarga mempelai wanita dibekali sejumlah peralatan rumah tangga seperti kuali, kendi, lesung, alu, piring, periuk dan sejumlah perlengkapan rumah tangga lainnya. Adat "munenesa" biasanya dilakukan pada acara perkawinan yang dilaksanakan dengan sistem "juelenâ", dimana pihak wanita tidak berhak lagi kembali ke tempat orangtuanya.

Berawal dari sinilah  kisah legenda itu tercipta, saat akan melepas Putri Pukes dengan iringan-iringan pengantin, ibu Putri Pukes berpesan kepada putrinya itu yang sudah menjadi istri sah mempelai pria. "Nak, sebelum kamu melewati daerah Pukes yaitu daerah rawa-rawa sekarang menjadi Danau Laut Tawar. Kamu jangan pernah menoleh ke belakang", kata ibu Putri Pukes. Entah juga kenapa tidak boleh menoleh kebelakang.

Eh, saat Sang Putri  berjalan sambil menangis dan menghapus air matanya yang keluar terus menerus. lantaran tidak sanggup menahan rasa sedih, Putri khilaf dengan pantangan yang disampaikan oleh ibunya tadi. Secara tak sengaja Putri menoleh ke belakang, dan  tiba-tiba Putri Pukes langsung berubah menjadi batu seperti seperti yang sekarang dijumpai di dalam Goa Putri Pukes. Tragis!! hanya karena ia menoleh ke belakang, putri itu menjadi batu,  apakah itu hanya mitos atau memang benar-benar terjadi warga setempat percaya kalau cerita Putri Pukes itu benar ada. 

Lokasi Loyang Putri Pukes
Batu putri yang dikutuk itu berada di Loyang Putri Pukes, loyang merupakan sebutan untuk gua dalam bahasa aceh. Gua ini berada di wilayah Takengon, Aceh Tengah, tidak jauh dari objek wisata Danau Laut Tawar dan Loyang Karo. Danau Laut merupakan tempat wisata yang menjadi salah satu kebanggan penduduk Takengon yang mayoritas berasal dari Suku Gayo  yang menyuguhkan panorama air dan pegunungan. (berbagai sumber)

Antara Belanda Kecil dan Batu Bara di Sawahlunto

#

Anda yang tinggal di Sumatera Barat, tepatnya di Sawahlunto mungkin sudah tak asing lagi dengan arsitektural bangunan kota itu. Nah, bagi yang belum pernah ke Sawahlunto, mungkin bisa di lain waku datang kesana dan merasakan sensasi anda berada di sebuah kota yang disebut sebagai belanda kecil.

Mengapa Belanda kecil? Ya, karena banyak yang menyebutkan kota ini  terdapat bangunan-bangunan yang beraristektur seperti bangunan di negeri Belanda, salah satunya adalah Walikotanya sendiri. Seperti yang saya kutip dari situs berita travel, ia bilang hampir seluruh bangunan yang ada di Sawahlunto bergaya barat, seperti bangunan yang ada di Belanda. Suasana Belanda dipertahankan karena hingga pada 1990-an, masih ada ratusan warga keturunan Belanda yang tinggal di kota ini.
sumber foto: www.sawahluntokota.go.id
Belanda Kecil
Benar saja, jika dilihat dari banyaknya gedung di kota arang ini menunjukkan unsur “belanda”, mulai dari Gereja, sekolahan, gedung pemerintahan dibangun dengan arsitektur ala barat, bahkan sampai Museum Kereta Api Sawahlunto.

Museum ini sebelum dijadikan sebagai museum, tadinya merupakan  stasiun kereta yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1918. Museum Kereta Api Sawahlunto ini merupakan satu-satunya museum kereta api yang ada di Sumbar dan museum kereta api ketiga di Indonesia setelah Ambarawa dan Museum Transportasi di Taman Mini Indonesia Indah.

Selain Museum Kereta Api, ada pula Gedung Pusat Kebudayaan yang terletak di Jl. Ahmad Yani No. 4.  Tak kalah tuanya dengan museum itu, gedung ini juga dibangun pada tahun 1910 dengan nama "Gluck Auf" dan memiliki luas 870 meter persegi.

Gedung ini dulunya berfungsi sebagai gedung pertemuan (Societeit), dimana para pejabat pemerintah kolonial pertambangan berkumpul untuk menghibur diri sekaligus berolahraga di salah satu sisi bangunannya yang dijadikan sebagai tempat bermain olahraga boling dan biliar bagi para pejabat Belanda.

Tak hanya kedua bangunan itu, ada lagi bangunan yang bernama Goedang Ransum yang kini telah menjelma tidak lagi sebagai tempat dapur umum, melainkan menjadi sebuah museum. Bangunan ini didirikan pada tahun 1918. Seperti namanya,  Goedang Ransum dibangun sebagai dapur umum, tempatnya memasak para koki untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi pekerja tambang. 

Belum cukuplah sampai di sana, Sawahlunto juga mempunyai Masjid Raya Sawahlunto yang bersejarah lantaran sama seperti bangunan-bangunan di atas yang dibangun pada zaman pemerintahan kolonialis Belanda. Tahun 1894 bangunan ini didirikan  sebagai pusat energi listrik PLTU (power plan) di Kubang Sirakuak untuk menggerakan berbagai mesin mempercepat proses penambangan dan pengangkutan batubara. 

Bangunan ini terus berevolusi perihal fungsi dan peranannya, tempat ini pernah menjadi gudang dan perakitan senjata dimasa revolusi dimana terdapat bungker yang dipergunakan oleh para pejuang kemerdekaan sebagai tempat penyimpanan senjata seperti granat senjata api lainnya. Dan akhirnya  tahun 1952 pada bekas bangunan PLTU yang megah itu, dibangun tempat peribadatan muslim, (sekarang Mesjid Raya Kota Sawahlunto). Sedangkan bekas menara cerobong asap PLTU yang berketinggian lebih dari 75 meter dijadikan menara mesjid.

200 Juta Ton Batubara
Orang-orang Belanda banyak mendirikan bangunan disini  karena daya tarik dari Sawahlunto, yaitu kekayaan alamnya yang berupa kandungan batu-bara yang melimpah ruah. Sawahlunto dalam penelitian yang pernah dilakukan De Greve pada tahun 1867 menyebutkan, kandungan batu bara di kota itu mencapai  200 juta ton batu bara. Kandungan batu bara itu berada di sekitar aliran Batang Ombilin, salah satu sungai yang ada di Sawahlunto.

Setelah hasil penelitian itu diumumkan di Batavia pada tahun 1870,  pemerintah Hindia-Belanda pun mulai membuat perencanan soal pembangunan sarana dan prasarana yang dapat memudahkan eksploitasi batu bara di Sawahlunto. 

Pembangunan dimulai selang beberapa tahun kemudian dan kota ini  mulai memproduksi batu bara pada tahun 1892. Syahdan. Sawah lunto menjelma menjadi kawasan permukiman para pekerja tambang , dan terus berkembang menjadi sebuah kota dengan rata-rata penduduknya berprofesi  sebagai pegawai dan pekerja tambang. 

Di tahun 1889, pemerintah Hindia-Belanda mulai membangun jalur kereta api menuju Kota Padang untuk memudahkan pengangkutan batu bara keluar dari Kota Sawahlunto. Jalur kereta api tersebut mencapai Kota Sawahlunto pada tahun 1894, sehingga sejak angkutan kereta api mulai dioperasikan produksi batu bara di kota ini terus mengalami peningkatan hingga mencapai ratusan ribu ton per tahunnya. Wow!!!(berbagai sumber) 

Travel Agent Pertama di Batavia

#

Bagi anda yang sering melakukan perjalanan atau katakanlah tour, pastilah nama-nama seperti  Aviatour, Panorama Tour, KAHA Tour atau yang lainnya sudah tidak asing lagi untuk Anda. Yup, nama-nama yang disebutkan itu merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha yang tak jauh dari urusan bagaimana caranya memudahkan seseorang untuk melakukan suatu perjalanan sekaligus memberikan pelayanan dan kemudahan akses seseorang untuk menuju tempat yang diinginkan.

Nah jauh sebelum perusahaan-perusahaan itu berdiri,  di Batavia atau sekarang yang kita kenal sebagai kota Jakarta ada sebuah travel agent yang bernama LISLIND atau NITOUR. Sepanjang penulis menemukan sumber terkait dengan hal itu, dapat dikatakan perusahan LISLIND atau NITOUR merupakan travel agent pertama yang berdiri di Batavia  pada awal abad  20, tepatnya pada tahun 1926.

Agen perjalanan atau yang Travel Agent yang bernama Lisonner Lindeman (LISLIND) ini  kantornya berpusat di  negei Belanda. Kantornya di jakarta merupakan kantor cabang dan mengambil tempatg  di Jln Majapahit  no. 2. Dibukanya kantor cabang ini travel ini tak lain untuk memberikan pelayanan bagi mereka yang ingin melakukan perjalanan, entah itu perjalanan wisata, bisnis atau perjalanan lainnya.
sumber foto:www.geheugenvannederland.nl
Dalam perkembangannya pada tahun 1928, nama LISLIND ini berubah menjadi NITOUR (Nederlandsche Indische Touristen Bureau) yang merupakan anak usaha dari perusahaan KPM, KLM pada waktu itu. KPM atau Koninklijke Paketvaart Maatschappij ini merupakan sebuah perusahaan pelayaran yang mempunyai kedudukan hukum di Amsterdam namun kantor pusat operasinya berada di Batavia sejak zaman Hindia-Belanda, perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayaran ini beroperasi mulai dari tahun 1888.

Semasa penjajahan Belanda dapat dikatakan bahwa kegiatan kepariwisataan hanya terbatas dalam kalangan orang kulit putih saja, sedangkan kaum pribumi boleh dikatakan tidak ada. Dan perusahan-perusahaan yang bergerak dalam kepariwisataan adalah juga menjadi monopoli NITOUR dari KPM, KLM pada masa itu. 

Perusahan ini banyak melakukan kegiatan perjalanan, seperti misalnya pada tahun 1927 yang membawa rombongan dari weltervreden dalam acara natal ke Preanger Regencies dan Central Java atau Jawa Tengah. Tempat-tempat yang dikunjungi meliputi daerah Garut, Bandung, Jogya, dalam tempo enam hari dengan tarif 140 gulden per-orangnya. (berbagai sumber)

Promosi Wisata Indonesia di Zaman Belanda

#

Pernahkah Anda mendapatkan atau sengaja mengambil semacam Guide Book, pamflet atau brosur wisata yang berisikan informasi-informasi mengenai objek wisata pada saat berkunjung ke salah satu stand di ajang pameran wisata.

Jika pernah,  guide book atau brosur yang Anda pegang itu sejatinya merupakan salah satu cara untuk  mempromosikan tempat wisata kepada khayalak luas. Dan biasanya brosur, pamflet  seperti itu dikeluarkan oleh pihak-pihak atau dinas wisata terkait yang berada di wilayah administratif dimana objek wisata itu berada. 

Soal isinya itu tergantung, mungkin ada yang menjelaskan secara singkat perihal objek-objek wisata tersebut, mungkin juga ada yang menjelaskan secara detail objek wisata itu. Bahkan tak jarang Anda akan mendapatkan CD gratis wisata secara cuma-cuma tanpa harus mengeluarkan biaya. 

Tentu setelah mendapatkannya, Anda akan sedikit mendapat pencerahan bukan soal tempat wisata yang menarik dari suatu daerah tertentu?. Alih-alih setelah membaca dan tertarik, mungkin Anda pun akan berpikir lain kali saya harus singgah ke tempat wisata tersebut jika ada jeda waktu diantara sibuknya kerja. Brosur atau pamflet sebagai awal, mungkin selanjutnya jari Anda akan mengetikkan tuts keyboard sebagai upaya berselancar di dunia maya mencari informasi lebih lanjut dari objek wisata itu.

Nah, berbicara soal dunia promosi di bidang kepariwisataan ternyata sewaktu Belanda masih menancapkan kekuasaan di Indonesia sangat getol untuk urusan yang satu ini. Yup promosi, perhatiannya pun cukup besar, terlebih saat Vereeneging Toeristen Verkeer (VTV) berdiri sebagai sebuah badan atau official tourist bureau.  VTT ini kedudukan selain sebagai Tourist Goverment Office juga bertindak sebagai tour operator atau travel agent. VTT  hidupnya banyak bergantung pada komisi-komisi yang mereka peroleh dari hotel-hotel dan tour yang mereka selenggarakan di samping hasil penjualan promosi, seperti brosur, pamflet, tourist map dan yang lainnya.
sumber foto: www.openlibrary.org
Pada tahun 1913, VTT menerbitkan semacam Guide Book berbahasa Inggris yang isinya terbilang lumayan menegai daerah-daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera Barat, dan beberapa kota lainnya. Tak hanya itu VTT pun  melakukan promosi ke luar negeri dengan menerbitkan majalah bertajuk “Tourism”yang dikirim sekali dalam sebulan kepada lebih kurang 10.000 alamat yang terpilih di luar negeri. Beberapa tahun kemudian VTT juga banyak menerbitkan guide book promosi, misalnya Come to Java yang meupakan complegte guide to java, Bandung: The Mountain City to Netherland India, Batavia: Queen City Of the East, Road Map to Garoet, dan masih banyak lagi.
sumber foto: www.koleksitempodoeloe.blogspot.com
Untuk dapat menyebarkan brosur-brosur tersebut  dan guna menampung segala pertanyaan-pertanyaanyang datang dari orang-orang yang akan berkunjung ke Indonesia pada waktu itu, maka di kota Paris pernah didirikan suatu kantor yang bernama Offical Tourist Bureau for Holland and The Netherlands Indie.

Selain oleh lembaga-lembaga yang bertanggungjawab dalam kepariwisataan yang mengeluarkan promosi material tersebut, pun perusahaan-perusahaan yang langsung telah pula menyadari pentingnya promosi waktu itu. Hal ini keliahatan dari brosur yang dikeluarkan oleh perusahaan yang bergerak dalam industri pariwisata pada waktu itu. Sebut saja  Hotel Savoy Homann di Bandung, Hotel Dieng Wonosobo yang mengeluarkan Guide to see Dieng Plateau, dan yang lainnya.( berbagai sumber)

Para Pioner Travel Agent Dunia

#

Banyak orang melakukan perjalanan dari suatu kota ke kota lain, dari benua yang satu ke benua yang lain setelah permulaan abad ke XX yang ditandai dengan banyaknya kemajuan dalam bidang transportasi, baik darat, di laut dan di udara. 

Hal itu dimungkinkan karena adanya kemajuan yang sangat pesat dalam pembangunan akomodasi perhotelan dibeberapa kota penting, sehingga dapat lebih memudahkan bagi orang-orang untuk melakukan perjalanan wisata dengan motivasi apapun.
sumber foto:www.wikipedia.com
Thomas Cook
Thomas Cook yang dilahirkan tanggal 22 November 1818 di Derbyshire, inggris dianggap sebagai orang pertama yang menemukan profesi Travel Agent, sebagai salah satu usaha seperti yang kita kenal sekarang ini. Thomas Cook lahir John dan Elizabeth Cook yang tinggal sebuah di desa Melbourne, Derbyshire. Anak pertama pasangan itu, ia diangkat setelah ayah Elizabeth, Thomas Perkins, John Cook meninggal ketika Thomas adalah tiga tahun, dan ibunya menikah lagi kemudian pada tahun yang sama.
Pada usia 10 tahun, Cook mulai bekerja sebagai asisten tukang kebun pasar lokal untuk mendapatkan upah enam pence seminggu untuk biaya hidupnya. Pada usia 14 tahun, dia mendapatkan magang dengan John Pegg, dan menghabiskan lima tahun sebagai pembuat kabinet.

Cook dibesarkan sebagai seorang Baptis yang ketat, dan bergabung setempat Temperence SocietyPada bulan Februari 1826, Cook memutuskan menjadi seorang pendeta, dan berkeliling daerah sebagai penginjil desa, menyebarkan pamflet, dan kadang-kadang bekerja sebagai pembuat kabinet untuk mendapatkan uang.  Setelah bekerja sebagai penerbit paruh waktu dari pamflet Baptis dan Temperance, dia menjadi seorang pendeta Baptis tahun 1828.

Pada tahun 1832, Cook pindah ke Adam and Eve Street di Market Harborough. Dipengaruhi oleh pendeta Baptis lokal Francis Beardsall, ia mengambil janji kesederhanaan pada Hari Tahun Baru pada 1833. Sebagai bagian dari gerakan kesederhanaan, ia mengadakan pertemuan dan mengadakan prosesi anti-minuman keras. Pada tanggal 3 Maret 1833, Cook menikahi Marianne Mason dan lahirlah John Mason Cook, putra tunggal mereka.

Cook mencoba peruntungan lain setelah melihat dan mempelajari perkembangan transportasi yang semakin lengkap fasilitasnya, ditambah banyaknya hotel yang didirikan, maka ia mencoba merencanakan suatu perjalanan wisata dengan kereta api. Tour yang paling bersejarah yang pernah diselenggarakan adalah “A Round Trip excursion” antara kota Leicester dan Loughborogh dengan biaya murah yaitu 1 shilling seorang pada tanggal 5 Juli 1841.

Di luar dugaan, pengikut tournya itu membludak  lantaran mencapai angka yang tak pernah dibayangkan sebelumnya yaitu mencapai angka sebanyak kurang lebih 500 orang. Kepiawaiannya bekerja, ia dapat carter kereta api untuk keperluan tour tersebut.  Sambutan hangat diterimanya, sehingga usahanya dianggap sebagai pengaturan perjalanan wisata yang terorganisasi pertama di dunia.

Empat tahun kemudian usahanya berkembang sebagai suatu perusahaan perjalanan (Travel Agent), yang fungsinya merencanakan, mengkoordinasi, mengorganisasi serta menyelenggarakan perjalanan wisata dengan kereta api. Dari usahanya ini ia dapat komisi dari perusahaan kereta api Midland Countries Railways sebesar 5%.

Tour yang diselenggarakannya tidak hanya ke suatu daerah tujuan yang baru, sesuai dengan perkembangan jaringan kereta api pada khususnya serta transportasi pada umumnya. Atas permintaan yang cukup banyak pada tahun 1851 ia menyelenggarakan tour dari London dengan pengikut sebanyak 50.000 orang yang menyaksikan World Exhibition di Prancis dengan menyediakan fasilitas transportasi dan akomodasi bagi para pengikutnya. Hari demi hari usaha Travel Agent tersebut semakin maju. Kalau tadinya tour yang diselenggarakannya di dalam negeri saja, sekarang ia mulai merambah ke Eropa.

Dengan dibukanya kantor Cook’s Travel Agent di London tahun 1868, ia menjadi orang pertama yang ditunjuk menjadi agen dari beberapa perusahaan pengangkutan, termasuk agen kapal laut. Sedangkan anaknya, John Mason Cook, mulai aktif pula membantunya untuk menyelenggarakan tour ke Eropa dan Amerika Serikat dalam tahun 1865.

Pioner Travel Agent lainnya
Selain Thomas Cook, Perusahaan Inggris Cox & Kings acapkali disebut sebagai biro perjalanan tertua di dunia, tapi ini hanya bertumpu pada layanan perbankan mula-mula yang didirikan pada tahun 1758, yang disediakan untuk para klien kaya.

Lembaga perintis travel agent lainnya di Inggris adalah Dean & Dawson, yang adalah tokoh dari lembaga Perhimpunan Politeknik Perjalanan atau Polytechnic Touring Association dan Co-operative Wholesale Society.

Sedangkan biro perjalanan tertua di Amerika Utara adalah Brownell Travel. Pada tanggal 4 Juli 1887, Walter T. Brownell memimpin sepuluh wisatawan melalukan tour di Eropa, dengan mengatur pelayaran dari New York dengan menaiki SS Devonia. (berbagai sumber)

4 Danau Berwarna di Indonesia

#

Berbicara soal danau dengan warnanya yang tidak biasa, alias warna warni jadi teringat dengan danau yang berada di Afrika tepatnya di Senegal. Di negara itu ada sebuah danau yang memiliki warna unik. Yup, bukan pula warnanya itu bening, kebiruan atau yang lainnya melainkan berwarna pink.

Bener-benar ajaib namanya, sebuah danau berwarna pink layaknya sebuah susu rasa strawberry yang mungkin biasa anak kita minum. Bedanya jika susu warna pink itu enak dan bisa diminum, lain halnya dengan air pink di danau ini. Airnya tidak bisa diminum karena di danau tersebut banyak mengandung bakteri yang melimpah, pun dengan tingkat kadar garamnya yang teramat tinggi.


Warna merah muda itu diproduksi oleh bakteri yang menyukai garam, yakni Dunaliella salina. Bakteri-bakteri itu menghasilkan pigmen merah yang menyerap dan menggunakan energi sinar matahari untuk menciptakan energi yang lebih untuk mengubah air menjadi merah muda

Selain di Senegal, danau dengan warna yang tidak biasa juga ada di sebuah taman nasional yang berada di Kroasia. Namun danau yang bernama Danau Plitvice ini tidak berwarna pink seperti di Senegal, tetapi berwarna  biru, hijau, biru, dan abu-abu. Danau ini pun mempunyai perubahan konsisten, tergantung pada jumlah mineral, deposito, atau organisme di setiap tubuh, atau bagaimana matahari menyinari air.

Nah, bagaimana dengan di Indonesia sendiri? Menurut informasi yang ada, danau dengan warna yang unik dapat ditemui di empat tempat di Indonesia. Pertama ada Danau Linow, kedua ada danau yang namanya sudah mengharu biru, yang tak lain adalah Danau Tiga Warna Kalimutu, ketiga ada Danau Sidihoni dan yang terakhir ada Danau Tahai

1.Danau Linow
Danau ini mempunyai keunikan yaitu dapat berubah warna airnya. Perubahan warna airnya itu disebabkan karena danau tersebut banyak mengandung belerang dengan kadarnya yang tinggi. Selain itu perubahan warnanya juga disebabkan oleh kadar cahaya matahari yang mengenai permukaan danau.

sumberfoto:www.yessiskyura.blogspot.com
Danau Linow terletak di area wilayah administratif kota Tomohon, Propinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Danau ini terletaak dekat Proyek Tenaga Listrik Panas Bumi Lahendong. Danau ini unik karena waktu siang airnya warna-warni (atau danau tiga warna). Danau ini merupakan salah satu obyek wisata yang menarik di tanah Toar Lumimuut.

2.Danau Tiga Warna Kelimutu
Nah, kalau danau ini merupakan kebanggaan masyarakat Indonesia.  Pasalnya, selain harum namanya di dunia juga berwarna merah, hijau, dan putih (terkadang berubah warna juga) dan terus berubah seiiring dengan perjalanan waktu. Berada di puncak Gunung Kelimutu, Moni ini menjadi salah satu objek wisata favorit di Kabupaten Ende

Luas ketiga danau itu sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik. Batas antar danau adalah dinding batu sempit yang mudah longsor. Dinding ini sangat terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat. Ketinggian dinding danau berkisar antara 50 sampai 150 meter.

Soal  kenapa danau itu bisa berubah-berubah warna terkait dengan adanya mitos di masyarakat Ende, khususnya yang berdiam di sekitar. Danau tiga warna ini diwariskan secara turun-temurun kepada generasi berikutnya berkaitan dengan sakralitas Gunung sekaligus Danau Kelimutu ini. Bagi orang Ende, Danau ini merupakan salah satu pusat kebudayaan dan religi asli para leluhurnya. Mereka mempunyai keyakinan bahwa ketiga Danau ini merupakan sebuah khayangan bagi orang sudah meninggal. 

Danau atau Tiwu Kelimutu di bagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna - warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau "Tiwu Nuwa Muri Koo Fai" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau "Tiwu Ata Polo" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau "Tiwu Ata Mbupu" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.

Selain itu, sejumlah kalangan meyakini ada hubungan antara perubahan warna Danau Kelimutu dan ramalan akan terjadi sesuatu yang penting di suatu negara atau Indonesia sendiri. Di hari yang suci ini, diharapkan perubahan warna ini tentunya sebagai pertanda baik atau positif.

3.Danau Sidihoni 
Danau Sidihoni berada di Kecamatan Pangururan, Pulau Samosir, Sumatera Utara. Danau ini katanya sering berubah warna dan oleh penduduk setempoat perubahan warna ini dihubungkan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di Indonesia. 
sumber foto:www.endraoioi.deviantart.com
Nah, kalau Pulau Samosir dikatakan sebagai "pulau di atas pulau", Danau Sidihoni yang berada di Pulau Samosir ini bisa dikatakan sebagai "danau di atas danau" (di atas Danau Toba).  Danau Sidihoni berjarak 8 kilometer dari Pangururan mempunyai pemandangan yang dikelilingi oleh bukit landai berwarna hijau muda dan deretan pohon pinus. Danau Sidihoni bukan satu-satunya danau di Pulau Samosir, ada sebuah danau lagi yang lebih kecil dari Danau Sidihoni di pulau ini yang bernama Danau Aek Natonang.

4. Danau Tahai 
Danau ini terletak di Desa Tahai, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Palangkaraya Lokasinya yang cukup strategis yaitu sekitar 29 km dari pusat Kota Palangkaraya. Keunikan yang dimiliki oleh danau ini adalah mempunyai warna air yang berbeda dengan danau-danau pada umumnya.
sumberfoto:www.naraituh.blogspot.com
Air di Danau Tahai tidak berwarna hijau atau biru, tetapi kemerah-merahan. Warna merah ini berasal dari akar-akar pohon di lahan gambut. Biasanya, wisatawan yang datang ke Danau Tahai bukan cuma ingin melihat keunikan warna airnya, tetapi juga menikmati suasana pedesaan di pinggir hutan.

Tak jauh dari danau, ada penangkaran orangutan milik Borneo Orangutan Survival (BOS). Jika datang pada hari Minggu atau libur nasional, penangkaran akan dibuka untuk umum. Jadi selain dapat melihat danaunya yang unik anda pun bisa melihat pola tingkah lucu sang orangutan langsung dari kandangnya. (berbagai sumber)

Ingin Melihat Banyak Situs Megalitik, Datang ke Lahat!

#

Jika di New York ada patung Liberty yang ukurannya sangat besar, di Lahat malahan ada patung berukuran raksasa yang berbentuk manusia yang ada sejak sejak ribuan tahun yang lalu. Tak kalah menarik bukan? nah jika Anda tertarik untuk melihatnya, maka Kabupaten Lahat pantas sekali untuk dimasukkan dalam daftar destinasi wisata Anda.

Ya, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan baru-baru ini berhasil mendapatkan penghargaan MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai daerah dengan situs megalitik terbanyak di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Lahat memiliki 1.027 peninggalan megalitik yang tersebar di 40 situs wilayah Kabupaten Lahat yang berbatasan dengan Kota Pagaralam. Tentu ini merupakan jumlah yang fantastis yang tidak dimiliki oleh daerah-daerah dengan situs megalitik lainnya di Indonesia.

Menyingung sedikit mengenai apa itu megalitik? Megalitik merupakan struktur yang dibuat oleh batu besar. Kebudayaan Megalitikum bukanlah suatu zaman yang berkembang sendiri, melainkan hasil budaya yang timbul pada zaman Neolitikum dan berkembang pesat pada zaman logam. Contoh hasil kebudayaan zaman megalitikum ini berupa kapak persegi, kapak lonjong, Menhir, Dolmen, Kubur batu, Waruga, Sarkofagus, Punden Berundak.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Lahat, situs  megalitik di Lahat terbentang dari Muara Enim, Pagar Alam sampai Empat lawang. Situs megalitik di kawasan itu terbilang sangat lengkap, mulai dari dolmen (meja batu), menhir, arca, arca menhir, teras berundak, lumpang batu, batu dakon,batu berlubang (rumah baru), batu tegak (kosala) dan batu datar. 

Sepertinya memang cukup asik jika  berwisata sejarah dengan melihat-lihat peninggalan sejarah. Selain  dapat menambah pengetahuan akan sejarah peninggalan masa lalu, juga sebagai sarana penelitian bagi Anda yang haus akan informasi yang berhubungan dengan peninggalan sejarah. Nah, dibawah ini ada goindonesia akan memberikan spot sites yang dapat Anda kunjungi jika Anda ingin melihatnya.

Situs Megalitik Dataran Tinggi Basemah (Pasemah)
Kabupaten Lahat termasuk kawasan  yang sangat kaya dengan temuan-temuan situs megalitikum. Wilayah Lahat dan Pagaralam merupakan bagian dari Pegunungan Bukit Barisan. Kedua kawasan itu sampai ke sebagian wilayah Bengkulu disebut sebagai kawasan Besemah (Pasemah). Dataran Tinggi Pasemah ini meliputi seluruh wilayah di sekitar dataran tinggi Pegunungan Bukit Barisan yang terletak di selatan Pulau Sumatera.

Ayu Kusumawati dan Haris Sukendar dalam bukunya yang berjudul Megalitik Bumi Pasemah menyebutkan, banyaknya peninggalan situs megalitik di Pasemah menunjukkan bahwa kawasan itu telah dihuni manusia setidaknya ribuan tahun sebelum Masehi.  Daerah pegunungan Besemah memang subur untuk pertanian, sehingga tak heran jika di kawasan itu menjadi pusat permukiman.

Situs megalitik berupa pahatan detail dan halus yang ada di kawasan ini mengindikasikan masyarakat Besemah (Pasemah) saat itu sudah mengenal logam. Arca-arca megalitik Besemah dibuat dengan alat semacam pahat dari logam. Jelaslah bahwa peninggalan megalitik Besemah eksis pada masa perundagian atau lebih kurang 2.500 tahun sebelum Masehi.

Bilik batu atau pun arca di Besemah dibangun bukan tanpa tujuan, melainkan untuk tujuan yang sifatnya religius. Di dalam tanah itulah mereka melakukan ritual. Bentuk arca manusia, seperti di situs Tegurwangi dan situs Pulaupanggung adalah khas Besemah. Cirinya, bentuk manusia yang digambarkan dalam arca bertubuh tambun, bibir tebal, dan hidung pesek.

Sebagai catatan terkait situs Besemah, peninggalan megalitik Besemah ini mulai diteliti tahun 1930-1931 oleh Van der Hoop dari Belanda. Buku karya Van der Hoop berjudul Megalithic Remains in South Sumatera (1932) merupakan buku babon yang mengulas megalitik Besemah secara lengkap.

Situs Megalitik Desa Muaradanau
Dinamakan kampung tentu bukan hanya satu situs saja yang dapat ditemukan di Desa Muaradanau, Tanjung Tebad ini, melainkan jumlahnya mencapai puluhan situs. Situs ini erdiri di atas  lahan kebun kopi yang luasnya mencapai dua hektar.

Di permukaan lahan kebun banyak terdapat bebatuan megalit dan patung, baik berupa arca yang berbentuk manusia, tempat pemujaan, dolmen, batu datar, lumpang batu, dan berbagai bentuk lainnya. Lokasi kampung megalitikum  berjarak sekitar satu kilometer dari jalan negara Lahat-Pagaralam.

Selain itu situs megalitik juga dapat ditemukan di Desa Pajarbulan, Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat. Peninggalan megalitik ini berada di pekarangan belakang rumah warga. Batuan ini biasa disebut warga sebagai batu tiang enam, sedangkan Arkeolog menyebutnya sebagai batu tetralit.

Kegunaan tetralit masih menjadi perdebatan para ahli karena beberapa ahli berpendapat, tetralit merupakan landasan atau umpak tiang rumah. Pendapat ini muncul karena di ujung atas tiang batu itu ada semacam cerukan yang diperkirakan untuk meletakkan tiang rumah. Sedangkan beberapa ahli lainnya berpendapat yang berbeda terkait dengan batu Tetralit.

Situs Megalitik Batu Berpijar 
Situs megalitik Batu Berpijar berada tidak jauh dari Kota Lahat dan hanya membutuhkan waktu lima menit saja dari Lapangan Seganti Setungguan atau sekitar 1 Km. Jalan menuju ke tempat ini dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Berjalan kaki ke arah komplek perkuburan hanya sekitar 50 meter.

Formasi dari situs megalitik ini cukup unik karena  mirip rasi bintang dengan jumlah 10 bebatuan yang terdiri atasdua arca yang yang berdekatan dan bergambar kepala manusia, satu arca yang terkubur mirip kepala manusia, dan beberapa batu lain yang posisinya agak berjauhan.

Selain dari keunikan dari formasi bentuknya, salah satu situs megalitik yang bergambar wajah   menurut masyarakat setempat pada malam-malam tertentu batu itu mengeluarkan sinar seperti api, sehingga mereka menyebutnya Batu Pijar. (berbagai sumber)

Saat Andong di tarik Kambing

#

Mendengar kata andong, dokar atau pun delman jadi teringat dengan masa kecil dulu. Walau tinggal tidak di daerah perkampungan maupun di pinggiran kota, terkadang di waktu sore moda transportasi tua itu melintas di depan rumah .Dengan bunyinya yang khas, sepatu kuda bercampur suara semacam klentengan klakson kuda, kombinasi itu sebagai pertanda dokar akan melintas. 

Anak-anak yang sedang bermain-main pun terperanjat, bukan takut melainkan ingin sekali naik. Biasanya anak-anak itu akan naik beserta dengan pembantu atau orang tuanya. Mereka berkeliling dengan pak kusir sebagai juru mudinya. Jaraknya tak terlalu jauh hanya sekedar mengitari kompleks perumahan saja. 

Setelah mengitari kompleks beberapa kali, dokar pun  akan kembali mengantar kan ke tempat pertama semuanya naik. Soal tarif, itu tak seberapa dulu hanya membutuhkan beberapa uang logam yang mungkin jumlahnya tak lebih dari seribu rupiah.
Dokar, delman ataun pun andong kini keberadaan cukup sepi, terlebih lagi di kota-kota besar seperti jakarta Hampir dipastikan moda ini tak banyak yang beroperasi  sebagai wadah mencari nafkah dari sang kusir. Entah karena zaman semakin mahal atau  modern, dokar pun akhirnya jarang ditemukan. Belum lagi dengan persoalan biaya perawatan dan makan untuk kudanya, keadaan memang sudah berubah. 

Kendati demikian, itu hanya berlaku di Jakarta saja dan tidak di kota-kota lainnya semisal Solo, Yogyakarta ataupun kota lainnya karena di kota-kota itu moda transportasi itu masih kerap hilir mudik di jalan-jalan kota. Moda itu masih dimanfaatkan seperti sedia kalanya, perbedaanya hanya jumlahnya yang mungkin tidak sebanyak dulu saat mesin belum mengambil alih mobilitas trasnportasi.

Andong merupakan salah satu alat transportasi tradisional di Solo dan Yogyakarta dan daerah-daerah di sekitarnya, seperti Klaten, Karanganyar, Boyolali, Sragen, dan Sukoharjo. Keberadaan Andong sebagai salah satu warisan budaya Jawa memberikan ciri khas kebudayaan tersendiri yang hingga kini masih terus dilestarikan.

Berbicara soal dokar, ataupun delman dan andong, ada satu yang cukup unik ternyata tak selamanya moda itu ditarik oleh kuda. Di beberapa kota di Indonesia, misalnya Yogyakarta dan cilacap. Di Yogyakarta, menurut keterangan yang di dapatkan jika Anda berminat untuk naik andong kambing dapat melakukannya di alun-alun selatan. Secara hewan penariknya bukanlah kuda dan andongnya juga tidak sebesar andong yang ditarik kuda, maka andong kambing hanya bisa dinaiki oleh anak kecil saja. Dan untuk menaikinya tak perlu merogoh kantong terlalu dalam karena biayanya sangat terjangkau untuk sekali putarannya

Andong kambing, selain dapat ditemukan di Yogyakarta, juga terdapat di Cilacap. Kereta andong ini berada di depan Kantor Bupati Cilacap, tepatnya di Alun-alun Cilacap saat sore,. Penampilan kambing sedikit berbeda karena sudah di "dandani" sedemikian rupa sehingga tampak begitu menarik. Sama seperti andong kambing di Yogyakarta, andong kambing di Cilacap  hanya boleh dinaiki oleh anak kecil. 
sumber foto: www.warungbarangantik.blogspot.com
Nah, selain itu ada pula menarik dari andong kambing ini, ternyata keberadaannya sudah ada sejak lama di bumi pertiwi ini, mungkin sudah ada sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda. Itu terbukti dari foto tua di atas yang memperlihatkan  jongos atau katakanlah pesuruh tengah memandu sinyo bermain andong mini yang ditarik oleh seekor kambing yang ditumpangi oleh anak kecil. (berbagai sumber)

Ada Taman Indonesia di Belgia dan Australia

#

Khusus bagi orang Indonesia yang tinggal di luar negeri atau kebetulan sedang berada di sana. Tak ada salahnya menyempatkan waktu sejenak untuk nostalgia atau sekedar melepas kangen akan kampung halaman di dua taman berikut ini.

Adalah Taman Indonesia namanya, taman ini merupakan taman yang sangat bertemakan Indonesia yang berada di  dua negara yaitu di Belgia dan Australia. Nah, kenapa hanya di dua negara tersebut dan tidak di negara lainnya? hmmm, jawaban terbaiknya mungkin bisa ditanyakan ke pihak-pihak yang terkait kenapa hanya di Belgia dan Australia saja ada Taman Indonesia. 

Ok, terlepas dari alasannya kenapa,  namun dengan adanya dua taman Indonesia  di dua negara tersebut menjadi semacam bukti pengakuan dan penghargaan bahwa Indonesia, dus kekayaan alam maupun budayanya berhasil memikat hati negara lain.

1.Taman Indonesia di Belgia
Taman di Belgia ini bernama The Kingdom Of Ganesha dan merupakan taman Indonesia satu-satunya di Eropa. Lokasinya berada di Parc Paradisio, Brugelette. Parc Paradisio ini adalah sebuah taman konservasi flora dan fauna yang dibangun sejak 2000 di tengah sisa bangunan chateau (kastil tua), dengan koleksi sekitar 1500 spesies tanaman dan 3500 spesies binatang.

Taman Indonesia sendiri luasnya mencapai 5 hektar dan di dalamnya banyak terdapat benda-benda yang sangat kental dengan Indonesia. Sebut saja,  Puri Agung Shanti Buwana yang ukurannya  sebesar ukuran sesungguhnya di Bali yang berdiri di atas sawah bertingkat ala sawah di Ubud. Selain itu juga ada replika besar candi Prambanan yang menjulang tinggi, serta bongkahan batu besar berderet ala Gunung Kawi di balik tembok candi.

Nah, di depan  gerbang tamannya sendiri ada Rumah Toraja, replika candi Borobudur dan di bagian belakang tampak rumah tradisional Nusa Tenggara Timur, berderet melingkari ujung taman. Sampai dengan beragam patung, akar pohon tua, dan batang kayu pohon besar, yang telah menjadi fosil dari daerah Banten. Tak hanya itu, nanti dalam perkembangannya taman indonesia juga akan dilengkapi dengan dengan gajah Sumatera.

Adanya taman ini adalah berkat kecintaan CEO Parc Paradiso yang bernama Eric Domb kepada Indonesia. Dia membangun kompleks ini dengan dibantu oleh para seniman yang khusus didatangkan dari Bali. Pun dengan 22 orang pekerja yang juga didatangkan  dari Bali dan Jawa Tengah. 

Untuk menjaga keaslian dan keindonesiaan, batu-batu untuk membangun pura besar dan seluruh lapisan jalan setapak berasal dari Indonesia. Totalnya ada sekitar 320 kontainer batu-batu candi diimpor dari lereng gunung Merapi Jawa Tengah.  Kerja keras membangun taman ini akhirnya terselaikan dua tahun kemudian sejak akhir 2006 kali pertamanya dibangun. Nah, pada saat peringatan 60 tahun dibukanya hubungan diplomatik Indonesia dan Belgia, taman ini pun diresmikan oleh para pejabat dari kedua belah negara. 

Taman ini pun  tidak hanya menjadi pusat rekreasi yang menawarkan keakraban alam, manusia, dan kebudayaan, tetapi juga konservasi berkonsep moderen, yang mengibarkan promosi permanen bagi pariwisata, ekonomi dan investasi Indonesia di jantung Uni Eropa.

2.Taman Indonesia di Australia
Berbeda dengan Taman Nasional Kingdom of Ganesha, Taman Indonesia di Australia ini tidak berada di sebuah tempat konservasi, melainkan berada di sebuah kampus yang bernama Universitas Charles Darwin(CDU).

Taman Indonesia di Australia ini juga tidak sebesar taman yang ada di Belgia karena hanya  dilengkapi beberapa pohon khas Nusantara, sebuah rumah model Minahasa, Sulawesi Utara yang merupakan taman kedua di lingkungan CDU setelah Taman Republik Rakyat China. 

Selain itu juga terdapat patung "Garuda" dan "Saraswati" yang terletak  di depan kantor baru rektorat CDU. Patung "Garuda" disumbangkan maskapai penerbangan Garuda Indonesia, sedangkan patung perunggu "Saraswati" merupakan sumbangan Sultan Hamengku Buwono X yang dibuat oleh PT Studio Santiaji. 

Proses pembangunan Taman Indonesia memakan waktu selama tiga tahun. Lamanya pembuatan  lantaran ada hambatan dalam penyediaan dana pembuatan. Kendati begitu, taman ini pun rampung sepenuhnya pada tahun  Oktober 2009 ini. Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan di KBRI Canberra termasuk di antara pihak yang menyumbangkan dana bagi pembangunan taman yang akan mempertegas eksistensi Indonesia di negara bagian Northern Territory dan CDU. (berbagai sumber)

Sejarah Pulau Tidung

#
Pulau Tidung  masih termasuk wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sesuai dengan Pasal 32 Undang-undang Nomor 34 Tahun 1999, Kecamatan Kepulauan Seribu yang merupakan bagian dari Kotamadya Jakarta Utara ditingkatkan statusnya menjadi Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dengan maksud untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, serta pengelolaan Kepulauan Seribu yang terdiri atas 110 Pulau dalam segala aspek antara lain kelestarian lingkungan, konservasi sumber daya alam, ekonomi, kesejahteraan rakyat dan sosial budaya.

Di pulau tidung ini dapat ditemui perkampungan penduduk dan beberapa warung yang menyediakan makanan dan minuman ringan, selanjutnya jalan setapak yang panjang ini ini akan melewati fasilitas umum, seperti kantor polisi, sekolah setingkat SMU untuk para pelajar dari pulau sekeliling, kumpulan warung dan menuju ke jembatan panjang yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dengan Pulau Tidung Kecil tanpa penduduk.

Pulau Tidung

Di awal jembatan penghubung ini, akan ditemui jembatan yang cukup tinggi untuk melalui suatu cekungan laut yang agak dalam, dimana banyak anak kecil penduduk setempat memperagakan loncat indah dari jembatan sebagai sarana bermain mereka, cukup menghibur para wisatawan dan amat mengundang keinginan untuk bisa bergabung dengan mereka melakukan loncat indah di pantai biru tanpa ombak.

semoga informasi tentang pulau tidung ini bermanfaat

Sungai Terpendek dan Pulau terkecil di Dunia, hanya di Indonesia!!!

#

Ya apa mau dikata itulah salah satu keunikan yang dimiliki oleh alam Indonesia, dan anda sebagai bangsa Indonesia patut lah berbangga dengan anuegrah alam yang diberikan oleh Nya. Nah, menyinggung soal sungai apalagi ini adalah sungai terpendek alias sungai yang alirannya mungkin tak lebih panjang dari jarak anda pergi ke kantor, ada sungai yang berada di propinsi Sulawesi Tenggara yang bernama Sungai Tamborasi.

Mengutip dari beberapa laman informasi yang ada di dunia maya mengenai sungai ini, eh ternyata sungai yang berada  di kawasan utara kota Kolaka, Desa Tamborasi, Kecamatan Wolo ini panjanganya tak lebih dari 20 meter. Pendek sekali bukan? pantas saja predikat sungai terpendek di dunia disandang oleh sungai yang berbatasan dengan laut ini.

Jadi sungai  itu langsung berhubungan dengan laut, dari mata air tempat hulu sungai berasal, menuju ke hilir dimana sungai tersebut mengalir sampai ke laut dan hanya berjarak tak lebih dari 20 meter saja,  sedangkan untuk lebar sungai ini adalah 15 meter. 

Melihat foto sungai terpendek itu, sekilas menyerupai sebuah danau. Tetapi kriteria itu merupakan sebuah sungai atau bukan dapat dilihat dari adakah aliran airnya dan sungai Tamborasi mempunyai aliran yang langsug ke laut, jadi ya sungai itu bukanlah danau. Selain itu jika melihat foto sekeliling sungai tersebut, pemandangan cukup  yang indah dan langsung terarah ke laut. Sungai ini juga berbatasan dengan pasir putih yang berair hangat dan keruh. 

Sepertinya asik jika ada di sana langsung nyemplung masuk ke dalamnya sambil ditemani  udara sekitar sungai yang sejuk karena beratapkan pepohonan yang rindang. dekat hilir sungai atau di sekitar mata air, suhu akan terasa sangat dingin dan segar. Akan tetapi, ketika Anda berenang ke arah laut, suhu akan terasa hangat. 

Nah sekarang, how to get there? dari beberapa keterangan yang ada sungai ini dari Kota Kolaka jaraknya sekitar 90 km ke arah utara. Aksesnya terbilang cukup mudah, melalui jalur darat, Sungai Tamborasi bisa dijangkau sekitar 1-2 jam. 

Itu sungai terpendek, bagaimana dengan pulau terkecilnya? Adalah Pulau Simping namanya, sebuah pulau yang  luasnya hanya mencapai 1 hektar  dan garis pantainya saja tentu bisa dibayangkan tak akan sepanjang garis-garis pantai pantai yang biasa kita dijumpainya, mungkin kita dapat mengitarinya tanpa harus mengeluarkan keringat berlebih.

Pantai berukuran kecil tak berpenghuni yang berada di perairan Pantai Teluk Mak Jantu, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota singkawang, Kalimantan Barat. Soal berapa ukuran sebenarnya pulau Simping yang lantas dinobatkan menjadi pulau terkecil di Indonesia bahkan di dunia ini, memang tidak begitu jelas.

Akan tetapi tulisan di papan hijau  yang terpampang depan gerbang masuk Pulau ini sudah jelas menerangkan bahwa Pulau simping persis di adalah pulau terkecil di dunia yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). 

Sebelum diakui oleh PBB sebagai pulau terkecil, pulau ini hanyalah sebuah pulau biasa yang dihuni oleh beberapa orang saja. Lambat laun para penghuni itu pindah karena abrasi yang membuat rumahnya sering terendam oleh air laut. Pun pulau yang mereka huni lama-kelamaan juga terkena dampak abrasi itu dengan mengecilnya ukuran pulau.

Perangkat desa yang kebetulan sedang melakukan inventerisasi pulau di wilayah kerjanya ini kemudian melihat pulau Simping mempunyai potensi wisata. Mereka berkesimpulan pulau ini mungkin pulau yang paling kecil di Indonesia dan dunia jika dilihat dari ukurannya yang kecil.

Nah, karena pulau ini berada di kawasan Wisata Alam Sinka Island Park, pembenahan infrastruktur pun dimulai layaknya tempat yang ingin dijadikan sebagai objek wisata.  Kemudian dibuatlah sebuah papan petunjuk mengenai keberadaannya oleh para pengelola wisata alam itu. Pemberian tanda sebagai petunjuk bahwa pulau itu telah menjadi objek wisata yang dapat dikunjungi oleh masyrakat luas. Tak hanya tanda, untuk memudahkan akses para pengunjung menuju ke pulau juga dibuat jembatan penyeberangan yang disekelilingnya terdapat bebatuan. 

Gimmic-nya sebagai pulau terkecil yang diakui PBB ternyata  mengundang masyarakat luas untuk melihat langsung seperti apa pulau tersebut, terlebih lagi pulau ini masuk ke kawasan Wisata alam Sinka Island. Alhasil, setiap weekend pulau ini selalu dikunjungi oleh masyarakat dari Singkawang atau pun dari luar.

Tesktur pulau sebagian besarnya merupakan daratan yang terdiri atas pasir dan bebatuan yang ditumbuhi oleh beberapa pohon di atasnya. Ketingian pulau ini  hanya sekitar 1-2 MDPL. Air laut di sekitar pulau dan pantai sangat tenang karena berada di teluk (daratan yang menjorok ke darat) dan relatif dangkal.

Berdiri di pulau ini, Anda dapat menyaksikan keindahan pemandangan pantai, laut dan perbukitan yang mengelilinginya. Dan akan bertambah indah jika menikmatinya di kala hari mulai menutup mata dan matahari perlahan tenggelam di ufuk timur. Momen yang indah jika dinikmati bersama keluarga atau orang tercinta. Selain menjual pemandangannya, pulau yang masuk dalam area konservasi dan hutan yang dilindungi ini pun terdapat semacam klenteng kecil. Banyak para pengunjung yang berasal dari etnis Tionghoa menyempatkan diri untuk bersembahyang di klenteng itu.

Jika Anda penasaran ingin berada dan melihat langsung pulau terkecil di Indonesia, caranya tidak terlalu sulit. Pertama, Anda harus berada berada terlebih dahulu di Singkawang, Kalimantan Barat.  Dari arah Pontianak membutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan menuju ke Singkawang. Setelah itu, dari Singkawang menuju ke Pantai Teluk Mak Jantu. Jarak tempuh dari bibir pantai ke Pulau Simping kurang lebih 100 meter. (berbagai sumber)

Sisi Lain Diving itu Bernama Abidin

#

Dunia diving biasanya identik dengan para penyelam atau diver yang lengkap memakai google atau masker, snorkling, BCD, tabung gas, Fin (kaki katak) dan yang lainnya. Akan tetapi tanpa disangka aktivitas bawah air ini tidak akan dapat berjalan lancar apabila tidak ada seseorang yang mengurusi soal equipment diving yang mereka gunakan saat menyelam.

Terkesan sepele memang pekerjan yang diembannya tetapi apa yang dikerjakannya itu sesungguhnya menyangkut hajat hidup dari para diver itu sendiri. Bagaimana tidak, coba anda bayangkan apabila tabung itu berada dalam keadaan kosong, pastilah akan celaka yang berujung kepada maut apabila tabuyng yang meraka gunakan tidak ada yang mengisi atau mengurusinya.

Di segala kesibukan para diver, dari memakai BCD, masker, swimsuitnya pada sesi pra penyelaman di pinggiran pantai, nampak terlihat Begitu sibuknya sosok pria berperawakan kecil tapi bertubuh kekar itu mengangkut dan memindahkan satu persatu tabung-tabung gas yang akan digunakan oleh para diver dari atas truk di pinggiran Pantai Klara, Lampung Selatan. Pantai klara ini menjadi spot diving kedua setelah sebelumnya klub selam yang bermarkas di bilangan senayan ini melakukan sesi penyelaman pertama di sekitar pulau Rakata, perairan Selat Sunda.
Beberapa tabung masih terlihat kosong atau belum terisi, dan ia pun bergegas langsung mengisi ulang tabung-tabung tersebut di tempat itu juga.”maklum semalam belum teriisi semua tabung yang dipakai waktu menyelam di pulau rakata jadi mengisinya dilanjutkan disinii“ungkap dia. Adalah abidin, pria asli pemalang Jawa tengah yang kerjanya sebagai helper multifungsi di sebuah klub selam yang bermarkas di senayan.

Pekerjaan yang telah dilakoni selama hampir dua tahun ini dan apa yang dilakukannya ini tergolong unik tapi juga melelahkan, yaitu selalu ikut serta dalam setiap penyelaman yang dilakuakan oleh kingdom kemanapun klub Selam yang dibentuk tahun 2009 ini pergi dan mengisi kembali tabung yang telah digunakan ioleh para diver.

Soal banyaknya tabung yang ia isi kembali, itu relatif tergantung darri banyaknya diver yang ikut serta dalam penyelaman bisa banyak ataupun sedikit”Tabung yang dipakai saat ini saja jumlahnya ada sekitar 50-an dan itu harus terisi semua.” Kata pria yang terkadang suka melucu ini. Apabila senjata andalan para diver adalah google, scorkling, fin dan bcd, maka lain halnya dengan yang sellau dibawa oleh abidin, adalah sebuah Kompresor yang akan selalu setia dibawa oleh abidin kemanapun dia ikut dalam aksi penyelaman.

Kompresor yang mempunyai bobot lumayan berat ini meupakan alayt yang digunakan untuk mengisi nitrogen dan oksigen dalam tabung. Setiap tabung yang dipakai oleh para penyelam memerlukan waktu kurang lebih ½ jam untuk pengisian satu tabungnya. Bisa dibayangkan berapabanyak waktu yang akan dihabiskan oleh abidin apabila ada 50 tabung yang semuanya itu berada dalam keadaan kosong “pernah waktu acara sdi Bunaken bebrapa waktu lalu saya sampai m,engisi tabng hingga larut malam, saya mulau isi jam 5 sore dan baru jam 3 pagi saya baru selesai”kata pria yang mengisi waktunya di sela pengisian tabung ini dengan merokok. Sudah barang tentu dia tidak bekerja sendiri melainkan dibantu oeh seoarang temannya yang sudah tua apabila dilihat dari rambutnya yang memulai memutih. Mereka berdualah yang mrengurusi equipmenat yang digunakan oleh para diver.

Sedikit mengelikan juga ketika abidin berguyon, celetukan candanya itu berbunyi bahwa diving itu awalnya berasal dari oarng yang seprofesi sama seperti dia, entah apa maksud perkataannya dang mungkin abidin sendirilah yang mengerti. Lantas bagaimana dengan bayaran yang dia terima? besarnya tips yang diberikan oleh para diver cukup rasanya dapat untuk mendapatlam uang tambahan” saya sebenarnya tidak pernah meminta diberikan uang tips, tapi kalu ada yang memberi ya saya terima” kata dia. 

Besaran angka yang diterima itu relatif tergantung dari kebaikan hati diver yang memberinya persenan. Telah banyak pengalaman yang dari alami setelah bekerja sebagai helper di klub selam kingdom tetapi entah kenapa walaupun begitu ia tidak pernah sekalipun untuk mencicipi rasanya diving itu seperti apa.” Saya tidak pernah sama sekali diving di kolam apalagi di laut ini mas” ungkap dia.

Guyonannya pun berlanjut, sewaktu sail bunaken 2009 ia melihat tabung yang besarnya seperti gas elpiji dirumah-tumah makan atau restoran besar” besar sekali tabung gas itu saya sampai heran, tutur abidin dengan wajah polosnya, ia pun bertanya kepada orang-orang sekitar karena penasaran apabila dibndingkan waktu yang dia butuhkan untuk megisi tabung yang biasa ia kerjakan memerlukan waktu I jam, berapa jam tabung bear itu harus terisi. 

Orang yang ditanya abidin berkata butuh waktu kurang lebih 3 jam untuk mengisi tabung itu, abidin pun sontak kaget mendengarnya. Abidin merasa aneh apa tabung besar itu ikut dibawa penyelam ketika turun kebawah laut. Dan ternyata tidak, tabung itu tetap diatas kapal sedangkan penyelamnya memakai helm kuhusus selam yang selangnya disambungkan di atas kapal. Abidin mengaku kali pertama ini saja ia melihat hal yang tidak wajar baginya.

Setiap profesi pasti akhirnya akan menemui titik jenuh dan abidin pun mengalaminya bukan tanpa kejenuhan profesi yang dia lakoni selama hampir dua tahun kerja di klub kingdom”kadang-kadang saya merasa bosan juga karena kerjaannya hanya menunggu, mengangkut tabung, tapi mau gimana lagi ini sudah menjadi pekerjaan saya saat ini” pungkas abidin.