Tampilkan postingan dengan label makassar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makassar. Tampilkan semua postingan

Masjid Amirul Mukminin, Masjid Terapung Pertama di Indonesia

#

Jika Lombok punya villa terapung, maka Makassar pun punya sebuah masjid yang terapung di tengah air. Adalah Masjid 99 Al Makazzary atau Masjid Amirul Mukminin yang merupakan masjid terapung pertama yang ada di Indonesia yang berada tepat di timur laut Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.

Masjid ini dibangun karena gagasan walikota makassar yang ingin memperkaya khasanah landmark Kota Makassar dan wisata religius di kota ini. Konsepnya sederhana namun luar biasa, dimana perpaduan antara wisata berupa pemandangan dan aspek religius dikemas menjadi sebuah momen yang indah. Bayangkan di saat Anda sedang menunggu shalat Magrib, sunset menemani anda dengan pemandangan khasnya.
sumber foto:www.napakmasigit.blogspot.com
Keunikan Masjid Amirul Mukminin
Nama Masjid yang dapat menampung sekitar 500-an jemaah ini melambangkan Asmaul Husana. Al Makazzary sendiri melambangkan salah seorang imam besar Masjidil Haram Syekh Yusuf. Melihat ukurannya tentu terbayang masjid ini pastilah  mempunyai beberapa lantai.

Benar saja, Masjid 99 Al Makazzary ini berlantai tiga yang ditopang oleh 164 tiang pancang dan mempunyai luas 1.683 m2. Untuk lantai teras yang berada tepat di bawah kubah banyak digunakan warga untuk melakukan kegiatan rekreasi, semisal melihat sunset di Pantai Losari.

Lantai paling atas masjid merupakan tempat khusus bagi para pengunjung yang ingin melaksanakan shalat sendiri yang lebih khusuk. Lantai kedua dari masjid dipergunakan khusus untuk jemaah wanita dan lantai bawahnya untuk shalat jemaah pria. Di lantai bawah itu juga terdapat tempat wudhu pria yang berada di sebelah kanan, sementara untuk para wanita berada di sebelah kiri masjid.
sumber foto:www.sergeiasad.blogspot.com
Selain itu, masjid ini juga terdapat kubah berdiameter sembilan meter yang dibawahnya pengunjung dapat menggunakannya sebagai tempat bersantai. Pengunjung pun dapat naik ke atas kubah yang melalui dua tangga samping yang mengelilingi masjid. 

Lokasi Masjid Amirul Mukminin
Ada dua jalur untuk menuju ke masjid yang mulai dibangun sejak 8 Mei 2009 ini. Jalur utama bisa di tempuh dari sebelah timur masjid, satu jalur lainnya berada di sebelah selatan masjid. Hingga saat ini, masjid itu masih terus dilakukan perbaikan.

Meski pembangunan masih berlangsung, masyarakat banyak berdatangan melihat keindahan Masjid Amirul Mukminin sambil menunggu tenggelamnya matahari (sunset) dengan menikmati makanan khas Makassar, Pisang Epek yang kemudian menjalankan shalat magrib berjamaah. (berbagai sumber)

Yuk, Lihat Al Quran Terbesar di Indonesia

#
Siapa yang tidak tahu dengan pempek Palembang, ya pasti semuanya sudah familiar dengan makanan yang satu ini. Ada yang berbentuk bundar, lonjong atau yang lainnya, nikmat rasanya apabila disajikan dengan bumbu yang sedikit pedas dan pempeknya yang lumayan panas. Jika anda berada di kota ini, rasanya berdosa apabila tidak melahapnya.
Namun bagaimana jika anda ingin melihat Al Quran yang bentuknya jauh dari ukuran normal Al Quran pada umumnya yang ukuran perlembarnya mencapai 2 x 1,2 meter dan memiliki tinggi 9 meter berukuran 177 x 144 x 2,5 cm? Nah, di Palembang jualah Al Quran itu berada.
            Adalah Al Quran Al-Akbarnamanya, yang di klaim sebagai Al Quran pahat terbesar di dunia. Tak tanggung-tanggung besarnya Al quran sebesar biaya pembuatannya yang menelan biaya sampai Rp 2 miliar ini.  Al quran ini memang berbeda karena berbahan 315 lembar kayu Tembesu dan berjumlah 630 halaman, lengkap dengan 30 juz ayat suci Al Quran
foto: www.wowkeren.com
Tujuan dibuatnya Al Quran ini pun mulia  karena untuk  untuk meningkatkan minat baca Al Quran sekaligus melestarikan seni ukir Palembang. Rencananya, Al Quran ini nantinya akan diletakkan di Museum Mushaf Alquran Al-Akbar yang masih dalam tahap pembangunan.
Sebenarnya Ide pembuatannya sudah ada sejak Ramadan tahun 2002 akan tetapi baru selesai pada tahun 2007. Setelah selesai, Al Quran ini pertama kali diletakkan di Masjid Agung Palembang, kemudian dipindahkan ke pesantren Al-Ihsaniyah, Kecamatan Gandus, Palembang.
AL Quran ini merupakan suatu karya fenomenal tak diupungkiri, lantaran Delegasi negara Islam peserta Parliamentary Union of OIC Member States (PUIC) Conference ke-7, yaitu Lebanon, Libya, Iran, Malaysia, Sudan, Uganda dan Irak mengutarakan kekagumannya terhadap Al Quran Al Akbar yang merupakan karya ukiran bernilai seni agama. Tak hanya itu, mereka menilai Al Quran Akbar  yang dipamerkan di Pondok Pesantren Modern IGM Al Ihsaniyah Gandus Palembang di Jalan M Amin Fauzi, Soak Bujang, Gandus ini merupakan karya terbaik dan terbesar di dunia.
Delegasi negara Islam asal Baghdad, Irak, Sulaiman mengatakan, dirinya sangat antusias melihat langsung hasil karya ukiran Al Quran Al Akbar.  Sama halnya diungkapkan delagasi negara Islam asal Nigeria, Sade Umar Abu Bakar.  Dikatakannya, karya Alquran Al Akbar ini merupakan salah satu hasil karya yang sangat luar biasa dan patut menjadi sejarah Islam. Alquran Al Akbar ini merupakan satu-satunya yang ada di dunia.
Selain di Palembang, Al Quran ukuran raksasa juga bisa ditemukan di  Makassar tepatnya di  Masjid Raya Makassar. Sejak 25 Agustus 2009  Al Quran itu mulai dipajang  dan menjadi daya tarik bagi warga untuk datang ke masjid. Jika masuk dari pintu utama Masjid Raya, maka mata langsung tertuju pada Al-Quran raksasa dengan ukuran 1x1,5 meter itu.
foto: www.jalanjalanyuk.com
          Al Quran yang isinya 30 juz dengan 6.666 ayat, sama persis dengan Al-Quran asli tersebut merupakan pemberian dari pendiri perusahaan Bosowa yang dipesan di sebuah pesantren milik Yayasan l Asy'ariyah, Kalibeber, Wonosobo, Jawa Tengah. Untuk pembuatan Al Quran tersebut butuh waktu satu tahun, Sementara untuk mejanya dibutuhkan waktu tujuh bulan untuk mengeringan kayu jatinya agar bisa bertahan ratusan tahun tidak dimakan rayap.
Ada pula Al Quran berukuran di Jumbo di Parung, Bogor, di Pondok Pesantren Al-Ashriyah Nurul Iman tepatnya. Al Quran ini memiliki panjangnya mencapai 2 meter dan lebarnya 2,8 meter. Yang unik dari Al Quran ini adalah bahannya bukan terbuat dari kertas, melainkan terbuat dari pelepah pohon pisang dan  Isinya pun lengkap seperti ukuran Al-Qur'an pada umumnya, yaitu 30 juz, 114 surat dan 6.666 ayat.
Kendati berada di Indonesia, tetapi Al-Qur’an yang ditulis tangan yang berada di Ponpes ini ternyata berasal dari Moro Filipina. Pengiriman Al Quran ke ponpes ini dalam rangka hibah.  Wujudnya pun masih berupa lembaran dan tersimpan di dalam Masjid Thoha yang berada di dalam Ponpes Al-Ashriyah Nurul Iman. (berbagai sumber)
foto: www.mataduniaonline.blogspot.com



Gua Indonesia Punya Cerita

#
Alkisah, di selatan Yogyakarta tempo dulu ada seorang yang bernama Ki Juru Mertani dan Ki Ageng Pemanahan yang diutus  oleh Panembatan Senopati di Mataram. Misi mereka berdua sedikit membuat bulu kuduk berdiri karena ingin menghabisi nyawa bayi laki-laki buah cinta putri Panembatan Senopati yaitu Mangir Wonoboyo dari Mangiran (Bantul).
sumber foto:www.apriyoga.blogspot.com
Namun dalam perjalanannya entah mungkin merasa kasihan dengan bayi itu kedua abdi itu berjanji untuk tidak membunuh sang bayi. Keduanya lalu pergi lalu pergi kearah timur (arah Gunungkidul) hingga tiba di  dusun didaerah Karangmojo.

Sesampainya disana  lantas keduanya menggelar tikar dan alas tempat tidur bekas persalinan sang bayi,  kemudian menguburnya. Sementara itu di saat bersamaan sang bayi terus saja menangis, mungkin sekedar untuk menenangkan sang bayi agar tidak terus menangis kedua utusan itu pun kemudian memutuskan untuk memandikan sang bayi,  Ki Juru Mertani lalu naik kesalah satu bukit dan menginjak tanah di puncak bukit, dirinya memang bukan main saktinya lantaran tanah yang diinjaknya itu runtuh dan membuat sebuah lubang besar dengan aliran air dibawahnya.
           Sang bayi kemudian dibawa lah turun oleh Ki Juru dan dimandikan di dalam goa di lubang tadi. Nah, sewaktu dimandikan tanpa sengaja pipi sang bayi terbentur (bahasa jawanya yaitu kebendhul) batu yang ada didalam, nah karena kejadian itu akhirnya goa itu dinamakan Gua Pindul.

       Yup, seperti halnya nama-nama dari beberapa air terjun di Indonesia yang banyak mengambil dari cerita-cerita atau legenda yang terjadi pada zaman dahulu. Setali tiga keping dengannya,  nama-nama Gua di Indonesia juga banyak yang terinspirasi dari cerita atau legenda seperti Gua Pindul di atas. Nama gua ada yang terinspirasi dari kejadian-kejadian aneh yang tak masuk dinalar sampai mengambil dari nama sebuah kerajaan antah berantah. 

Selain Gua  indul itu, di Sulawesi Selatan ada sebuah gua yang bernama Gua Mampu. Gua yang terletak di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ini tidak hanya sekedar gua karena mempunyai cerita Legenda. Gua ini bagi masyarakat di sekitar Gua Mampu sarat dengan cerita legenda yang begitu dipercaya. 

Adalah Legenda Alleborenge Ri Mampu yang berkembang di seputar gua dan diyakini secara turun-temurun sebagai suatu kebenaran oleh masyarakat. Konon, di Gua Mampu ini dulunya pernah berdiri Kerajaan Mampu. Namun karena kena kutukan dari dewa, penghuni kerajaan termasuk semua mahkluk hidup yang di dalamnya tak terkecuali binatang dan benda-benda lainnya berubah menjadi batu. Bongkahan batu yang mirip manusia, binatang, dan lainnya  memang banyak ditemui di dalam gua ini. Bak diorama di museum gambaran yang ada di dalam gua tersebut

Tidak hanya berdasarkan cerita-cerita masyarakat saja legenda ini berasal, melainkan juga dapat ditemui dalam tulisan lontas Bugis kuno yang berkisah tentang perkampungan yang terkena kutukan sang dewata. Gua Mampu ini luasnya sekitar 2000 meter persegi, terletakdi Desa Cabbeng, Kecamatan Dua Boccoe yang berjarak 34 Kilometer dari Watampone, Kabupaten Bone, 140 Km dari kota Makassar. Di dalam Gua Mampu dapat ditemui stalagnit dan stalagmit yang menambah keindahan interior gua

Beralih ke tanah Jawa, tepatnya di Pengandaran terdapat pula gua yang bernama Gua Lanang. Bagi anda yang besal dari Jawa pasti sudah tahu arti dari kata itu bukan? ya lanang yang berarti adalah seorang laki-laki. Nah, Kenapa sampai gua ini dinamakan Gua Lanang? jawabannya kita kembalikan pada  sebuah cerita lokal yang menjelaskan bahwa Gua Lanang ini merupakan keraton Kerajaan Pananjung dengan Rajanya bernama Prabu Anggalarang dan Permasurinya Dewi Siti Samboja yang dikenal dengan nama Dewi Rengganis dengan dibantu oleh Patih Aria KIdang Pananjung.
sumber foto: www.disparbud.jabarprov.go.id
Raden Anggalarang adalah putra Prabu Haur Kuning seorang raja kerajaan Galuh Pangauban yang berpusat di Putrapinggang kemudian mendirikan kerajaan Pananjung atas kemauannya sendiri, walaupun ayahnya telah memperingatkan dengan alasan tidak akan berjaya karena rawan dari  gangguan bajak laut. 

Akan tetapi, Raden Anggalarang bersikeras tetap pada pendiriannya karena daerah Pananjung merupakan tempat yang cocok bagi dirinya untuk mendirikan pusat pemerintahan. Prabu Anggalarang adalah seorang laki - laki yang gagah dan sakti sehingga dijuluki " Sang Lanang " dan gua ini merupakan tempat tinggalnya, maka disebutlah gua itu sebagai " Gua Lanang ". (berbagai sumber)