Tampilkan postingan dengan label jawa timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jawa timur. Tampilkan semua postingan

Ski Lot, Tradisi Main Ski Lumpur di Pasuruan

#

Satu lagi tradisi unik, kali ini yang berhubungan dengan ski, kalau biasanya ski itu identik dengan es, tapi tidak bagi penduduk desa Pantai Lekok, Pasuruan. Lho, kenapa? karena di sana ski malah identik dengan lumpur. Main ski di atas lumpur sudah merupakan atraksi tahunan yang biasa digelar setiap tahunnya bertepatan dengan hari raya Ketupat atau beberapa  hari setelah Idul Fitri.
sumber foto: www.pasuruankab.go.id
Tradisi Ski Lot ini sudah turun temurun dilakukan oleh para nelayan di sana. Awalnya dari rutinitas para nelayan mencari kerang dan rajungan di laut dengan menggunakan papan. Nah, dalam perkembangannya apa yang dilakukan oleh para nelayan ini akhirnya menjadi semacam tradisi setiap tahunnya dan dapat disaksikan oleh para pengujung yang duduk di pinggiran arena ski.

Nama ski sendiri seperti yang kita ketahui artinya adalah berselancar, sedangkan lot merupakan kata dari bahasa Madura “Celot” atau lumpur maka jadilah perpaduan keduanya menjadi Ski Lot. Ski lot dilakukan di atas lumpur tambak yang dikosongkan, para pesertanya biasanya adalah pria dewasa namaun tak jarang pula wanita dan anak-anak  juga turut serta.
sumber foto:www.lk.umm.ac.id
Peralatan ski lot ini terdiri atas papan luncur yang panjnagnya 1.5 meter dan lebarnya 0,5 meter. Papan luncur ini sedianya merupakan alat untuk mencari kerang bagi warga pesisir pantai namaun telah modifikasi sedemkian rupa oleh para peserta. 

Dalam ski lot mereka harus menangkap kepiting, ikan lele dan belut dengan berselancar di atas lumpur. Peserta harus menaiki papan luncur dengan posisi jongkok dan sebelah kaki harus tetap berada di lumpur sebagai penggerak saat akan melaju. Siapa yang tercepat akan  keluar menjadi juara dan diberikan hadiahnya yang cukup menarik biasanya, yaitu peralatan elektronik dan julukan nelayan cekatan dan cakap saat bekerja.

Selain lomba luncur, kegiatan ski lot juga dimeriahkan dengan adanya pasar murah, attraksi organ tunggal dan pesta rakyat. Ski lot menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu bagi masyarakat sekitar karena menjadi ajang silaturahmi antar warganya. (berbagai sumber)

Mari, Melihat Api Abadi Bekucuk dan Api Tak Kunjung Padam

#
Pernahkah dalam suatu perjalanan anda melihat di pinggiran jalan atau tempat tertentu sebuah api yang tak pernah padam. Ya, api yang dapat terus menyala, bahkan air hujan pun tak sanggup untuk memadamkannya. Bukan sembarang api yang berkorbar karena ada sesuatu yang terbakar, melainkan  keluar dan membara karena adanya kekuatan gas bumi yang membuatnya terus menyala. 

Keajaiban sekaligus kekayaan alam Indonesia bukan? Nah Jika anda belum pernah melihatnya, ada baiknya jika anda berkunjung ke beberapa tempat wisata di bawah ini yang menawarkan sesuatu yang bernama  api abadi alias api yang tak pernah padam. Tapi ingat jaga jarak dengan aman dan jauhkan tangan anda jika tak ingin terbakar.

1.Api Abadi Bekucuk
Bekucuk, nama yang sangat lucu untuk sebuah tempat wisata. Tapi apalah artinya sebuah nama, karena sumber api yang diketemukan pada tahun 1993 ini merupakan api  yang berkorbar dari sebuah sumur di dusun Bekucuk, desa Tempuran, Mojokerto
Baik desa maupun semburan apinya itu mempunyai cerita yang berhubungan dengan kerajaan Majapahit. Desa Tempuran, kenapa desa itu dinamakan desa tempuran? karena menurut cerita penduduk setempat, konon desa itu dulunya dijadikan tempat untuk bertempur pada zaman Majapahit. Sehingga dinamai sebagai Desa Tempuran oleh masyarakat setempat. 

Nah, kalau semburan apinya sendiri konon sudah berkorbar pada zaman kerajaan Majapahit, berarti sekitar ratusan tahun lalu.  Panasnya api itu digunakan oleh ahli tempa dari kerajan Majapahit untuk pembuatan keris dan peralatan kerajaan. Selain adanya sumur api, di sekitaran lokasi juga terdapat makam kuno seorang sepuh yang dikeramatkan oleh masyarakat. Pada hari-hari tertentu makam itu sering dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai pelosok daerah.

Ingin menikmati keindahan sumur api ini ada baiknya jika dilihat saat hari menjelang petang. Pasalnya, keindahan semburan apinya akan menerangi kegelapan malam dan ini merupakan moment yang sangat mengesankan. Wisata Sumber Api Abadi Bekucuk terletak di dusun Bekucuk, desa Tempuran, kecamatan Soko, yaitu sekitar 3 Km dari kota Mojokerto. Akses untuk menuju ke lokasi ini mudah untuk ditemukan.

2. Api Tak Kunjung Padam
Selain di daerah Mojokerto, Api Abadi juga dapat ditemukan di daerah Pemekasan, Madura, tepatnya di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan. Keberadaan api abadi ini tidak terlepas dari cerita ajaib dari legenda yang berkembang di masyarakat setempat.
sumber foto:www.aditami-yoanta.blogspot.com
 Menurut ceritanya, dulu ada seseorang yang bernama Kiai Moko, seorang yang sakti dan ternama di Madura. Nama Moko sendiri merupakan nama julukan karena sebenarnya beliau bernama Hadagi. Lantaran kepandaian dan jasanya menyebarkan agama islam di daerah itu lah dia mendapatkan julukan Ki Moko.

Alkisah, Ki Moko ingin mempersunting seorang putri dari Palembang dengan mas kawinnya yang berupa mata ikan lele yang ia tangkap dari sungai. Kemudian mata ikan itu dibawa untuk dipersembahkan kepada calon mempelainya sabagai mas kawin. Tapi, entah kenapa peristiwa ajaib terjadi secara mata ikan itu berubah menjadi sebuah mutiara.

Beruntunglah sang mempelai mendapat hadiah mutiara dari calon suaminya. Kemudian pernikahan pun dilangsungkan di bawah pohon. Keadaan waktu itu sangat gelap fdan untuk menerangkan tempat perniakahannya, Ki Moko lalu menancapkan tongkat yang ada di tangannya ke tanah, lalu muncullah api dari bekas tancapan tongkatnya tadi. Dan titik api itulah yang sampai sekarang masih terus menyala dan dinamakan api tak kunjung padam.

Api Abadi Pemekasan ini merupakan sumber api yang menyala tanpa henti dan tak padam meski turun hujan. Walapun bisa padam jikalau hujannya berupa badai atau hujan besar, namun akan kembali menyala kembali setelah reda. Tidak sedikit pengunjung dan masyarakat sekitar yang memanfaatkan api yang berada di dalam pagar itu untuk kebutuhan sehari-hari seperti untuk membakar ayam, memasak air, membakar jagung. (Berbagai Sumber)

Dekatkan diri pada Alam di Hutan Manggrove Jakarta, Surabaya dan Bali

#
Merasa jenuh dengan aktivitas sehari-hari yang menyesakkan, jengah dengan kemacetan-kemacetan “gila” yang selalau mendera di saat kita berkendara, belum lagi dengan kerja yang tidak ada habis-habisnya. Jelas semua itu menjadi beban tersendiri yang berkontribusi pada timbulnya rasa stres pada diri anda bukan?

Sepertinya anda membutuhkan semacam katarsis untuk melepaskan beban yang semakin menumpuk di pundak. Salah satunya alternatifnya adalah anda harus kembali ke alam. Ya alam, disanalah anda dapat melakukan relaksasi psekaligus membebaskan pikiran, alih-alih kekuatan alam dapat membebaskan anda dari belengu stres yang melanda.

Tetapi yang menjadi pertanyaan sekarang adalah dimanakah “alam” itu ada di saat anda tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta dan . Nah, jangan kuatir jika anda berada di Jakarta sempatkanlah datang di Hutan Manggrove atau Suaka Margasatwa Muara Angke yang berada di utara Jakarta tepatnya di Penjaringan dekat dengan perumahan Pantai Indah Kapuk.
sumber foto: www.uniqpost.com
Mengapa harus kesana?, mungkin itu pertanyaan yang terlintas di benak anda. Di Hutan Mangrove yang merupakan satu-satunya di Jakarta ini mampu menawarkan sensasi tersendiri berikut hiburan “alam” yang tidak dapat ditawarkan oleh tempat-tempat lainnya di Jakarta. 

Suaka Margasatwa Muara Angke  atau yang biasa disingkat SMMA ini adalah kawasan hutan bakau (mangrove) seluas 25,02 hektar dan dihuni sekitar 91 spesies burung, yakni 28 spesies burung air dan 63 spisies burung hutan. Sebagian besar merupakan burung dilindungi, seperti Burung Sikatan Bakau (Cyornis rufigastra), Prenjak Jawa (Prinia familiaris), Cerek Jawa (Charadrius javanicus)

SMMA ini pun menjadi habitat terakhir dari Bubut Jawa (Centropus Nigrorufous), salah satu spesies yang terancam punah dari muka bumi. Selain itu tempat ini juga dihuni oleh Bangau Bluwok (Mycteria Cinerea). Bangun jenis ini diketahui hanya berkembangbiak di Pulau Rambut yang terletak tidak jauh dari Muara Angke

Selain jenis burung, kawasan ini juga masih dapat dijumpai satwa-satwa lainnya semisal monyet ekor panjang (Macaca Fascicularis) yang hidup berkelompok yang suka memakan daun-daun muda dan buah-buahan seperti Pidada (Sonneratia Caseolaris).

Keberadaan monyet-monyet itu memiiliki arti penting bagi SMMA. Pasalnya,  monyet-monyet itu dapat membantu penyebaran biji-bijian tumbuhan hutan. Dimana saat mereka mengkonsumsi buah-buahan hutan, biji buah yang tak dapat dicerna akan dikeluarkan kembali bersama feses dan akhirnya akan menjadi benih tanaman yang baru

DI SMMA hidup pula beragam binatang lainnya, mulai dari ular Sanca (Phyton Reticulatus), Biawak (Varanus Salvator), ular Kobra (Naja Sputatrix), ular Welang (Bungarus Fasciatus), ular Kadut ( Homalopsis Buccata), ular Cincin Emas (Boiga Dendrophylla), sampai ular Air (Cerberus Rhynchops)

Berada di Hutan Manggrove ini ada baiknya jika menyusuri board walk di atas rawa yang terbuat dari kayu dengan berjalan kaki, sejauh mata memandang akan terlihat hijaunya warna tanaman bakau. Kicauan burung pantai menjadi musik pengiring langkah kaki anda  berikut dengan pemandangan biawak-biawak yang beruntung jika anda dapat melihatnya. Pohon bakau yang ada memiliki akar tunjang yang bercabang-cabang dan tingginya bisa mencapai 0,5 - 2 meter.

Itu Hutan Mangrove di Jakarta, lantas bagaimana dengan yang ada di Surabaya? Hutan Manggrove di Surabaya terletak di kawasan Pantai Timur Surabaya atau Pamurbaya. Adalah Wisata Anyar Mangrove (WAM)  namanya,  yang terletak di RW VII Kecamatan Gunung Anyar.

Daerahnya yang berada di bibir pantai ini merupakan bentang alam datar dengan kemiringan antara 0-3 persen. Kawasan ini ada kkarena terbentuk dari  hasil endapa sistem sungai yang ada di sekitarnya dan pengaruh laut. Kondisi daerah delta dengan tanah aluvial merupakan habitat yang baik bagi terbentuknya ekosistem mangrove.

sumber foto: wamsby.wordpress.com
Hutan mangrove ini mampu membuat 147 spesies burung untuk datang. Dari 84 spesies burung yang diketahui menetap di Pamurbaya, 12 spesies adalah  jenis yang dilindungi. Jenis burung tersebut tidak hanya burung air seperti kuntul perak, pecuk hitam, mandar padi, mandar batu, dan kowak malam. Selain itu, tempat ini merupakan tempat persingahan ribuan burung migran setiap tahun. Diketahui ada 44 jenis burung migran yang singgah di Pamurbaya. Burung tersebut kebanyakan asal Benua Australia menuju Eropa.

Dengan harga yang terjangkau, masyarakat bisa menikmati keindahan hutan mangrove yang masih "perawan" dengan menyusuri Sungai Kebun Agung hingga Sungai Tambak Klangri. Ingin berkeliling memnyusuri tak pelru kuatir karena  bisa berkeliling menyusuri pantai berhutan bakau tersebut.

Pengelola telah menyiapkan sebuah perahu motor berkapasitas maksimal 40 orang untuk menikmati keindahan lokasi itu. Untuk pengamanan, pengelola juga menyediakan pelampung dan fasilitas wisata lainnya. Perahu yang disewakan tersebut biasanya bergerak mulai dari dermaga Sungai Wonokromo menuju Selat Madura. Para pengunjung bisa menikmati rimbunnya hutan mangrove, burung-burung yang beterbangan  dan hinggap di ranting-ranting pohon mangrove.

Sedikit ke Timur, ada Hutan Manggrove Bali yang berada di kawasan Suwung Kauh, Denpasar. Hutan yang berada di sebelah kiri jalan By Pass Ngurah Rai ini merupakan proyek pengembangan pengelolaan hutan mangrove yang dibantu oleh pemerintah Jepang melalui Japan Internasional Cooperation Agency (JICA)

Apa saja yang ada di sana? seperti umumnya hutan manggrove lainnya, apa yang ada di hutan manggrove ini pun tak jauh berbeda, mulai dari pemandangan yang menyejukkan plus hewan-hewan yang biasa mendiami hutan mangrove.

Untuk mengelilingi hutan dapat menggunakan jembatan kayu yang telah disediakan. Jembatan ini sangat panjang dan di beberapa titik terdapat menara pantau berikut dengan pondok persitirahatan. Harga tiketnya sangat murah, tak lebih dari Rp.10.000 anda pun dapat mengitari hutan mangrove sampai puas(berbagai sumber)




Monumen Jenderal Sudirman di Beberapa Kota Indonesia

#
Siapa yang tidak mengenal pahlawan nasional yang satu ini, ya Jenderal Sudirman. Serpak terjangnya di era perang kemerdekaan tak mungkin disangsikan lagi. Panglima dan Jenderal Republik Indonesia yang pertama sekaligus termuda ini, berhasil melawan pasukan Inggris dan NICA dalam perang besarnya, Palagan Ambarawa. Belum lagi saat Agresi Militer ke-2, Jenderal Sudirman dalam keadan sakitnya masih terus melangsungkan perang dengan cara bergerilya, pindah dari satu hutan ke hutan lainnya.

Kini untuk mengenang jasa-jasanya banyak di kota-kota di Indonesia, selain mempunyai jalan raya yang dinamakan Jalan Jenderal Sudirman,  juga berdiri monumen Jenderal Sudirman. Nah dimana sajakah itu? mari kita melongok satu persatu
sumber foto: www.dwi-x.blogspot.com
1. Monumen Jenderal Soedirman, Surabaya
Monumen Jenderal Sudirman di Surabaya terletak di  Jalan satu utama yang selalu sibuk setiap harinya, yaitu jalan Yos Sudarso. Monumen ini didedikasikan untuk semua masyarakat Jawa Timur yang di gagas oleh Letnan Jenderal M. Yasin sebagai Komandan VII Brawijaya pada saat itu. Di bawah patung juga ada pahatan dari beberapa kata dari Panglima Jenderal Soedirman yang menunjukan semangat untuk terus berjuang, mempertahankan tanah air, tidak pernah menyerah dan selalu berjuang bagi bangsa dan negara.
sumber foto: www.vaquitabandpurwokertopamijen.blogspot.com
2. Monumen Jenderal Soedirman, Purwokerto
Monumen Jenderal Soedirman di Purwokerto berada di pintu masuk kota ini dari arah barat tepatnya di sebelah timur Sungai Logawa di Jalan Dr. Soeparno 24 Purwokerto. Monumen ini terdiri dari dua lantai. Pada lantai bawah berisi foto-foto perjuangan Panglima Besar yang berasal dari Cilacap (tetangga Banyumas) ini dalam merebut Yogyakarta kembali sebagai ibukota Indonesia (pada saat itu) dari kolonial Belanda. Sedangkan pada lantai dua berisi relief sejarah bangsa Indonesia dalam Perang Kemerdekaan 19.  Patung Jenderal Soedirman sedang duduk di atas punggung kuda yang terbuat dari perunggu seberat 5,5 ton dengan tinggi 4,5 meter.
sumber foto: www.kotaperwira.com
3. Monumen Jenderal Soedirman, Purbalingga
Panglima Besar Jendral Soedirman ini berada di dukuh Rembang desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga. Monumen dibangun pada tanggal 6 Februari 1976, oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga pada masa Bupati Goentoer Darjono,sebagai “tetenger” sekaligus sebagai penghargaan atas jasa-jasa perjuangan beliau menegakkan kemerdekaan NKRI.
sumber foto: www.eril-extrada.blogspot.com
4. Monumen Jenderal Soedirman, Nganjuk
Monumen terletak di desa Bajulan, kec. Loceret arah selatan kota Nganjuk, Monumen  didirikan sebagai tanda bahwa di desa Bajulan pernah disinggahi Panglima Besar Jendral Soedirman selama 9 hari dalam rute perjalanannya memimpin perang gerilya melawan Belanda pada tahun 1949. 3 km dari monumen ke arah selatan terdapat padepokan yang sekarang dijadikan museum, juga tempat wudlu, tempat perundingan, serta tempat shalat yang pernah dipakai Jenderal Sudirman selama tinggal di desa Bajulan.

5. Monumen Jenderal Sudirman, Gunung Kidul, Yogyakarta
Monumen ini berlokasi di kawasan Gua Pindul, Bejiharjo, Gunung Kidul, Yogyakarta dan menyimpan sejarah perlawanan Jenderal Sudirman dalam perang kemerdekaan. Asal muasal pembangunan monumen itu. 'Peringatan 10 Maret 1949, Markas Komando Pemerintahan Militer Kabupaten Gunungkidul, Yang terletak di Desa Gelaran diserbu dan dibakar oleh tentara Kolonial Belanda. Lokasi monumen ini dekat sekali dengan objek wisata Gua Pindul.  Objek wisata Gua Pindul merupakan salah satu gua yang dialiri sungai bawah tanah. Keajaiban alam di Gua Pindul ini memang banyak memikat wisatawan. (berbagai sumber)

Perhatian! Taman Lansia ada di mana-mana

#
Dilihat dari namanya mungkin pikiran kita langsung tertuju kepada orang tua yang telah lanjut usia. Yup, ada benarnya juga, seperti Monumen Jenderal Sudirman yang banyak berdiri di beberapa kota di Indonesia, Taman Lansia pun demikian. Di beberapa kota terdapat taman yang menggunakan nama yang sama, yaitu Taman Lansia atau Taman Lanjut Usia.

Taman ini mempunyai beragam fungsi bagi mereka yang ingin sekedar refreshing atau bersenang-senang. Dan uniknya, memang taman ini bernama taman lansia tetapi apalah arti sebuah nama, karena banyak pemuda-pemudi yang suka berkunjung ke taman ini, selain para lansia tentu saja.
sumber: www.santiago-yasir.blogspot.com
1. Taman Lansia di Bandung
Taman Lansia berada di sebelah kanan Gedung Sate. Taman Lansia ini menjadi semacam sarana bagi mereka ingin melepas lelah sekaligus kepenatan. Refresing segar ditemani semilir angin sepoi sungguh mengasyikkan, terlebih lagi jika dilakukan bersama keluarga atau handai taulan  saat hari sabtu, minggu atau hari libur lainnya.

Lapar disana tak perlu kuatir, di sekitaran Taman Lansia berdiri cafe-cafe beragam pangana yang siap mengisi perut Anda. Nah, bagi yang ingin berkuda sambil berkeliling taman, di sekitar taman terdapat banyak sekali penyewaan kuda. Bagi anak kecil dapat didampingi oleh sang pemilik kuda, atau bagi yang sudah berani berkuda sendiri dapat melakukannya tanpa didampingi sang pemilik kuda. Bagi keluarga yang ingin beramai-ramai menikmati taman dapat menyewa dokar.

2.Taman Lansia di Surabaya
Taman Lansia ini fungsinya tak jauh berbeda dengan Taman Lansia di Bandung, yaitu sebagai tempat hangout sekaligus rekreasi bagi warga kota. Taman ini  memang dimanfaatkan sebagai taman alternatif untuk semua orang tak terkecuali para lanjut usia.

Dengan luasnya yang mencapai 2000 m2 eks SPBU Kalimantan ini di sela warna warni tanaman  tersedia track khusus di buat untuk kenyaman kusi roda para lansia. Selain itu ada pula tempat duduk untuk penghantar saat menemani para lansia menikmati suasana kota di pagi atau sore hari.
sumber foto:www.prasetyowijaya.blogspot.com
Taman Lansia juga dihiasi oleh puluhan jenis bunga dan tanaman berwarna-warni, seperti, pandanus, teh-tehan, zisigium, erva merah, telo-teloan, rumput gajah, rumput jepang, andong merah, pandanwangi, cendrawasih, pakis boston, keindahan tanaman berbaur dengan air yang segar dan air mancur.

3.Taman Lansia di Magelang
Taman Lansia ini berada di  timur Jalan A. Yani, atau tepatnya di depan Kompleks Perumahan Militer. Taman seluas 3.800 m2 ini menjadi tamannya para lansia. Taman ini dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas seperti lantai pedestrian untuk refleksi yang dilengkapi dengan pegangan tangan, kursi taman yang nyaman serta tak ketinggalan penanaman warna-warni bunga dan pohon perindang sebagai penambah keindahan taman.

Adanya Taman Lansia ini merupakan ambisi Pemerintah Kota Magelang melalui Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Tata Kota berupaya untuk menata taman yang sudah ada selaijn juga untuk  memberdayakan lahan-lahan yang masih ‘nganggur’ alias belum dimanfaatkan secara optimal. Upaya ini tak lepas dari kebutuhan masyarakat akan tersedianya ruang publik yang nyaman untuk bersantai dan bersosialisasi. Hal pendorong ini lah yang mendorong Taman Lansia tercipta. (berbagai usmber)