Tampilkan postingan dengan label blitar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label blitar. Tampilkan semua postingan

Berenang-renang Bersama Ikan Keramat

#
Tak jarang di beberapa tempat objek wisata di Indonesia ada sesuatu yang dikeramatkan. Mulai dari tempatnya sendiri, atau pun sesuatu yang berada di tempat wisata tersebut, misalnya sebongkah batu, patung atau bahkan binatang seperti seekor ikan.Ya ikan,  kenapa ikan bisa dikeramatkan? apakah ada sesuatu yang istimewa dari ikan tersebut? menemukan jawabannya tentu kembali kepada cerita yang melatarbelakangi keberadaan dari ikan-ikan tersebut. Nah sekarang dimana sajakah anda dapat menemukan ikan-ikan keramat itu berada, dibawah ini ada daftar singkatnya

1.Objek Wisata Cigugur
Objek Wisata Cigugur berada wilayah kaki gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat. Disana terdapat ikan yang bernama Ikan Dewa. Kenapa dinamakan ikan dewa? tak ada yang tahu karena ikan itu muncul secara tiba-tiba, tetapi kolam sebagai tempat ikan itu dapat hidup berenang-renang sesuka hatinya mempunyai cerita yang berkaitan erat dengan Sunan Gunung Jati.

sumber foto:www.rikiridwana.co.cc
Adalah Rama Haji Irengan yang merupakan salah satu murid dari Sunan Gunung Jati. Rama Haji membuat kolam itu sebagai pertanda bahwa wilayah itu telah memeluk agama islam seperti amanah yang diberikan oleh sang guru.
Ikan Dewa ini konon akan menghilang dengan sendirinya saat air kolam menyusut, tetapi akan muncul kembali apabila air kolam terisi kembali. Entah bersembunyi dimana tetapi yang pasti masyarakat setempat percaya akan mitos dari keberadaan ikan tersebut. Barang siapa yang berani menangkap atau mengkonsumsi ikan Kancra atau dalam bahasa latin dikenal Labaebarbus Dournensisakan berakibat petaka.
                                                                                                                                    
Awalnya kolam ini hanya satu saja, namun semenjak dikelola sebagai objek wisata kolam pun dibagi menjadi dua kolam. Salah satu kolam dibagi lagi menjadi tiga bagian dengan kedalaman berbeda dan dapat digunakan pengunjung  untuk berenang.

2.Sumur Tujuh Cibulan
Selain di Cigugur, Ikan Dewa juga bisa ditemui di Sumur Tujuh Cibulan yang terletak di Desa Maniskidul pinggir jalan raya Kuningan-Cirebon. Mitosnya hampir sama dengan Ikan Dewa di Cigugur, yang mengambil dan memakannya akan cilaka nantinya.
sumber foto: www.evayulianti76.blogspot.com
Mengenai keberadaan ikan-ikan dewa di kolam itu masih diselimuti kabut misteri  Ada cerita yang mengatakan konon ikan-ikan tersebut  dibawa oleh murid-murid Walisongo saat datang ke Cibulan. Para murid walisongo juga meninggalkan 7 buah sumur yang mereka gunakan untuk berwudhu pada saat itu dan dipercaya dapat membuat orang tetap awet muda dengan membasuh wajahnya dengan menggunakan air sumur. Ada pula yang mengatakan  ikan kancra bodas atau ikan dewa itu  merupakan mantan pasukan Prabu Siliwangi yang membelot. Nah mana yang benar, hanya Tuhan yang tahu.

3. Gua Ngerong
Itu ikan dewa di Kuningan, lantas di daerah Kabupaten Tuban ada sebuah Gua yang bernama Gua Ngerongyang berada di kec. Rengel. Gua ini adalah gua air yang jika kita ingin mangarunginya harus menggunakan perahu karet.

Gua yang panjangnya sampai berkilo-kilo ini di dalamnya terdapat ikan Bader Bang (Puntius Javanicus) sebesar paha berenang-renang yang jumlahnya mencapai ribuan ekor. Mitos ikan ini seperti Ikan Dewa di Kuningan karena barang siapa yang berani memakan atau membawanya pulang akan terjangkiti penyakit yang tak akan pernah sembuh.

Mitos lainnya barang siapa masuk gua maka dia harus keluar 12 jam berikutnya. Mitos-mitos ini membantu gua, lingkungan sekitar gua beserta ikan-ikan dan hewan-hewan lainnya yang berada dalam gua tetap lestari sampai saat ini karena tidak banyak mendapatkan gangguan dari tangan-tangan manusia.

4.Objek Wisata Rambut Monte

Tak ketinggakan selain di Kuningan, Ikan Dewa yang keramat juga dapat ditemui di Objek Wisata Rambut Monte di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Objek wisata ini terletak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Blitar. Rambut Monte berada di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari.

Kawasan wisata Rambut Monte dibagi menjadi tiga bagian utama, yakni pelataran, areal candi dan telaga yang terdapat Ikan Dewa. Warga setempat biasa menyebutnya dengan nama ikan sengkaring, seperti ikan wader (Labeobarbus siamensis) yang panjangnya sekitar 60 centimeter.

Ikan-ikan di telaga itu cukup jinak namun tak seorangpun yang berani menangkapnya. Kepercayaan masyarakat sekitar mengenai ikan-ikan keramat itu berdasarkan legenda yang beredar sejak dahulu kala. Konon dulu di lokasi ini terjadi perkelahian antara Rahwana dan Naga melawan Mbah Rambut Monte, keturunan Kerajaan Majapahit.

Pertarungan itu dimenangkan oleh Mbah Rambut Monte. Mbah Rambut Monte kemudian mengutuk Rahwana dan Naga menjadi candi berbentuk monyet dan relief naga. Mbah Rambut Monte berpesan kepada sejumlah muridnya agar menjaga batu candi yang berwujud Rahwana dan relief naga.

Namun karena sebagian muridnya tidak mematuhi perintahnya, Mbah Rambut Monte marah besar dan mengutuk murid-muridnya menjadi ikan Sengkaring yang hingga saat ini masih mendiami telaga.(berbagai sumber)

Ada Gondomayit di Tiga Objek Wisata Indonesia

#

Setidaknya ada tiga nama objek wisata di Indonesia dari pantai sampai Gua yang namanya serupa. Ya, Gondomayit namanya, yang berarti jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah berbau mayat. Wow! Horor sekali namanya, namun apakah tempatnya itu seseram dengan namanya. Nah, itu tergantung Anda sendiri merasakannya. Sekarrang dimana sajakah objek wisata Gondomayit itu berada.

1.Pantai Gondomayit
Pantai ini terletak di sebelah selatan kabupaten Blitar, Jawa Timur. Tapi apa artilah semua nama karena pantai yang masih perawan ini cukup indah dipandang mata. Belum lagi dengan pemandangan alam sekitarnya yang juga menawan.
sumber: www.travellers2009.wordpress.com
Bagaimana untuk mencapai kesana? Memang letaknya agak tersembunyi secara pantainya ini berada di balik bukit Pantai Tambakrejo. Tetapi untuk sampai kesana,  Anda harus terlebih dulu sampai di Pantai Tambakrejo dan menitipkan kendaraan. Jika Anda merasa belum yakin, Jangan malu untuk bertanya dimana letak Pantai Gondo Mayit persisnya kepada orang-orang sekitar, agar Anda tidak tersesat.
Pantai ini bisa dicapai dengan berjalan kaki, namun sebelumnya Anda harus mendaki bukit yang tidak terlalu tinggi. Di tengah bukit ini Anda akan menemui sebuah makam yang konon kabarnya dihuni oleh penjaga Pantai Gondo Mayit.
Pasir putihnya sangat bersih, tanpa karang dan tidak ada sampah. Tetapi hati-hati Ombak disini lumayan besar lantaran berada di wilayah selatan Jawa yang terkenal dengan ombak-ombaknya yang besar. Anda seorang pecinta selancar air, ganasnya ombak di pantai sangatlah cocok untuk dirasakan. Akan tetapi, jika ingin bersantai-santai saja, Pantai Gondo Mayit ini sangat pas dijadikan sebagai tempat wisata keluarga dan bermain di pinggir pantai saja.

2. Gua Pasetran Gondomayit. 
Masih di wilayah Jawa Timur ada   Gua Pasetran Gondomayit yang berlokasi di desa Sine, Tulangagung.  Gua ini masuk dalam golongan gua arkeologi karena di dalam gua banyak ditemukan pecahan-pecahan tembikar, hiasan dari tutup siput, kapak tipois pemotong kulit siput dan yang lainnya.
Kenapa dinamakan Gondomayit? Ternyata gua ini punya kisahnya sendiri yang konon pada zaman dahulu kala ada sebuah perahu yang pernah mendarat. Entah karena sebab apa ke-44 awak kapal merampok penduduk dan meminta agar Demang Sine menyerahkan istrinya. Karuan saja, Kidemang Sine yang bernama Tatakriyak ini menolak tegas namun untungnya dia tak kehabisan akal.  Dalam suatu kesempatan, dia memberi mereka sesaji beracun agar mereka mabuk.
Nah dalam keadaan mabuk, penduduk yang merasa kesal itu kemudian mengeroyok perampok itu. Tak pelak 40 orang perampok tewas dan  empat yang selamat kemudian mengarungi lautan dan yang mati dibuang ke dalam gua yang kemudian dinamakan Gua Pasetran Gondomayit.
Cerita tersebut bukan hanya cerita belaka. Sebab, saat diteliti oleh Drs. Abdurachman (pembantu Gubernur Jawa Timur) beserta petugas Kecamatan dan beberapa warga di gua tersebut ditemukan kerangka manusia.

3. Batu Gondomayit, 
Batu Gondomayit ini terletak di Gua Ratu, Nusakambangan, Kabupaten Cilacap. Kalau ini benar-benar bernuansa mistis, pasalnya altar yang berada di sebelah kiri pintu masuk gua dipercaya menjadi salah satu ruangan pertemuan parta lelembut dari berbagai kerajaan gaib.
Apalagi setiap malam jumat Kliwon dan satu Suro, batu yang berbentuk seperti pohon beringin itu mengeluarkan asap yang berbau mayit. Kontan saja, setiap malam itu banyak para pengunjung mencoba menyaksikan asap dan merasakan bau asap tersebut. Menurut masyarakat setempat, bentuk jalan menuju ke Gua Ratu ini digambarkan seperti lekukan seorang putri yang sedang tidur. Betapa susahnya dan berliku-likunya jalan menuju ke Gua Putri.  (Berbagai sumber)