on Selasa, 16 Oktober 2012

Jika Lombok punya villa terapung, maka Makassar pun punya sebuah masjid yang terapung di tengah air. Adalah Masjid 99 Al Makazzary atau Masjid Amirul Mukminin yang merupakan masjid terapung pertama yang ada di Indonesia yang berada tepat di timur laut Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.

Masjid ini dibangun karena gagasan walikota makassar yang ingin memperkaya khasanah landmark Kota Makassar dan wisata religius di kota ini. Konsepnya sederhana namun luar biasa, dimana perpaduan antara wisata berupa pemandangan dan aspek religius dikemas menjadi sebuah momen yang indah. Bayangkan di saat Anda sedang menunggu shalat Magrib, sunset menemani anda dengan pemandangan khasnya.
sumber foto:www.napakmasigit.blogspot.com
Keunikan Masjid Amirul Mukminin
Nama Masjid yang dapat menampung sekitar 500-an jemaah ini melambangkan Asmaul Husana. Al Makazzary sendiri melambangkan salah seorang imam besar Masjidil Haram Syekh Yusuf. Melihat ukurannya tentu terbayang masjid ini pastilah  mempunyai beberapa lantai.

Benar saja, Masjid 99 Al Makazzary ini berlantai tiga yang ditopang oleh 164 tiang pancang dan mempunyai luas 1.683 m2. Untuk lantai teras yang berada tepat di bawah kubah banyak digunakan warga untuk melakukan kegiatan rekreasi, semisal melihat sunset di Pantai Losari.

Lantai paling atas masjid merupakan tempat khusus bagi para pengunjung yang ingin melaksanakan shalat sendiri yang lebih khusuk. Lantai kedua dari masjid dipergunakan khusus untuk jemaah wanita dan lantai bawahnya untuk shalat jemaah pria. Di lantai bawah itu juga terdapat tempat wudhu pria yang berada di sebelah kanan, sementara untuk para wanita berada di sebelah kiri masjid.
sumber foto:www.sergeiasad.blogspot.com
Selain itu, masjid ini juga terdapat kubah berdiameter sembilan meter yang dibawahnya pengunjung dapat menggunakannya sebagai tempat bersantai. Pengunjung pun dapat naik ke atas kubah yang melalui dua tangga samping yang mengelilingi masjid. 

Lokasi Masjid Amirul Mukminin
Ada dua jalur untuk menuju ke masjid yang mulai dibangun sejak 8 Mei 2009 ini. Jalur utama bisa di tempuh dari sebelah timur masjid, satu jalur lainnya berada di sebelah selatan masjid. Hingga saat ini, masjid itu masih terus dilakukan perbaikan.

Meski pembangunan masih berlangsung, masyarakat banyak berdatangan melihat keindahan Masjid Amirul Mukminin sambil menunggu tenggelamnya matahari (sunset) dengan menikmati makanan khas Makassar, Pisang Epek yang kemudian menjalankan shalat magrib berjamaah. (berbagai sumber)